Studi Baru Sebut Pasien Parah Covid-19 Berisiko Alami Masalah Mata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pasien berat Covid-19 dilaporkan kemungkinan berisiko mengalami masalah mata yang serius. Ini berdasarkan sebuah studi kecil di Prancis yang dirilis baru-baru ini.

Berdasarkan hasil pemindaian magnetic resonance imaging atau MRI, pasien Covid-19 parah menunjukkan tanda-tanda kelainan mata. Penelitian tersebut menganalisis 129 pasien yang dirawat di rumah sakit akibat virus Corona di Prancis.

Pemimpin penulis studi Dr. Augustin Lecler, seorang profesor di University of Paris, dikutip dari Livescience, menjelaskan pemindaian MRI khususnya untuk menunjukkan kelainan yang disebut "nodul" di bagian belakang mata pasien, yang bisa menjadi tanda peradangan atau kerusakan langsung pada mata,

Penelitian tersebut menemukan 9 orang responden memiliki nodul di makula (berfungsi untuk penglihatan sentral, atau melihat dengan jelas apa yang di hadapan pasien) dan 8 orang responden memiliki nodul bilateral, maksudnya nodulnya ada di kedua mata.

Menurut Lecler, masalah mata yang ditemukan berpotensi sangat serius karena terjadi di wilayah makula. Ini merupakan wilayah yang bertanggung jawab untuk memberi penglihatan yang jelas dan kemampuan untuk melihat detail yang halus.

"Jika bertahan, itu berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah atau bahkan kebutaan," kata Lecler, ahli neuroradiologi di Foundation Adolphe de Rothschild Hospital di Paris.

Skrining

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Liputan6.com)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Liputan6.com)

Berdasarkan temuan tersebut, maka peneliti menyarankan pasien Covid-19 yang parah mungkin perlu menjalani skrining untuk masalah mata.

Peneliti mencatat kemungkinan masalah pada mata yang serius diantara pasien di unit perawatan intensif (ICU) luput dari perhatian karena dokter berfokus pada pengobatan gejala penyakit yang mengancam jiwa.

Gejala Mata

Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By By RESTOCK images)
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By By RESTOCK images)

Sebelumnya, COVID-19 pernah dikaitkan dengan gejala mata, seperti konjungtivitis, atau mata merah, serta kerusakan retina mata, yang dikenal sebagai retinopati. Namun studi kali ini yang pertama melaporkan keterkaitan COVID-19 dengan kelainan mata berdasarkan hasil pemindaian MRI.

Dikutip dari CNN, penyebab pasti dari nodul ini tidak jelas, tetapi bisa menjadi tanda kerusakan akibat penyumbatan pembuluh darah atau pendarahan di mata.

Penyebab Kerusakan Mata

Bagaimana virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dalam menyebabkan kerusakan mata juga tidak diketahui. Mungkin virus ini dapat menginfeksi mata secara langsung karena sel di retina terdapat reseptor yang disebut Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2).

Ini adalah enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel, yang memungkinkan virus masuk ke dalam sel. Kerusakan penglihatan juga bisa disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap penyakit.

Sumber: Health Liputan6.com