Studi: COVID-19 yang Parah Dapat Sebabkan Kelainan Mata

Rochimawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Terkait gejala COVID-19, demam, kelelahan, dan batuk terus-menerus mungkin merupakan beberapa tanda klasik infeksi. Namun, virus mematikan ini bukannya tanpa komplikasi medis lainnya.

Para peneliti telah menemukan kelainan mata pada pasien yang menderita kondisi COVID-19 parah, yang mungkin tampak tidak biasa tetapi sangat umum, menurut penelitian yang dilakukan oleh para profesional medis.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis Radiology, COVID-19 yang parah dapat menyebabkan kerusakan mata yang cukup parah dan menyebabkan kelainan mata tertentu pada pasien.

Dikutip dari Times of India, para ahli dari French Society of Neuroradiology, menggunakan pemindaian MRI untuk mendeteksi kelainan mata pada orang yang menderita infeksi COVID-19 yang serius.

Studi tersebut melakukan pemindaian MRI pada 129 pasien, di antaranya 9 orang menunjukkan tanda-tanda kelainan mata dan 8 di antaranya telah dirawat di rumah sakit karena COVID-19.

Temuan MRI memproyeksikan kelainan yang disebut "nodul" di belakang mata mereka, yang bisa jadi merupakan peradangan atau kerusakan langsung pada mata.

Sementara COVID-19 membutuhkan tingkat kesadaran dan kewaspadaan tertentu, penelitian tersebut menyarankan pemeriksaan mata untuk semua orang yang menderita COVID-19. Ini bisa termasuk MRI dan fundoskopi.

Meskipun masih banyak spekulasi, para peneliti terus menindaklanjuti pasien dan melakukan berbagai tes komprehensif dan MRI untuk mengatasi masalah sejak awal.

Pada penelitian sebelumnya mengatakan COVID-19 juga telah dikaitkan dengan masalah mata lain seperti konjungtivitis dan orang sering mengeluh mengalami sakit mata. Berbagai jenis konjungtivitis, seperti keluarnya lendir dan mata berpasir yang terkait dengan infeksi bakteri, juga muncul ke permukaan dalam temuan baru-baru ini.