Studi: Ibu Hamil Kena COVID-19 Bisa Transfer Antibodi ke Bayinya

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics baru-baru ini mengklaim bahwa ibu yang terinfeksi COVID-19 saat hamil, dapat mentransfer antibodi ke janinnya melalui plasenta.

Penelitian tersebut mengambil sampel darah dari lebih dari 1.470 wanita hamil di Rumah Sakit Pennsylvania, Philadelphia, antara April dan Agustus 2020, di mana mereka menemukan dan menganalisis antibodi COVID-19 pada 83 ibu baru.

Diketahui bahwa sekitar 87 persen bayi mereka yang baru lahir menunjukkan laporan antibodi COVID-19 di tali pusarnya. Jumlah dan sifat antibodi pada bayi baru lahir bergantung pada jenis dan jumlah antibodi yang ada pada ibu selama kehamilannya.

"Temuan kami menunjukkan potensi antibodi yang diturunkan dari ibu untuk memberikan perlindungan neonatal dari infeksi SARS-CoV-2 dan akan membantu menginformasikan pedoman manajemen neonatal dan rancangan uji coba vaksin selama kehamilan," kata peneliti dari studi tersebut, dikutip dari Times of India, Selasa, 2 Februari 2021.

Immunoglobulin G (IgG) adalah sejenis antibodi yang ditemukan dalam darah tali pusat yang membantu melindungi tubuh dari berbagai infeksi.

Sesuai penelitian terbaru, imunoglobulin G (IgG) terdeteksi pada 83 dari 1.471 wanita (6 persen) saat melahirkan, dan IgG ditemukan dalam darah tali pusar dari 72 dari 83 bayi baru lahir (87 persen). Ini mencerminkan tingkat IgG yang sama pada ibu dan bayi baru lahir.

Sebelas bayi yang dites negatif untuk antibodi tersebut disebabkan oleh rendahnya kadar IgG pada ibu mereka, atau karena rendahnya jumlah produksi antibodi dari sang ibu.

Sebaliknya, tidak ada antibodi IgM, yang merupakan antibodi pertama yang muncul sebagai respons terhadap paparan awal antigen, ditemukan dalam darah tali pusar ibu, yang menunjukkan bahwa ibu tidak menginfeksi anaknya selama kehamilan, karena antibodi IgM tidak dapat ditemukan atau ditransfer melalui plasenta.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah antibodi SARS-CoV-2 melindungi terhadap infeksi bayi baru lahir. Jika demikian, pada konsentrasi apa dan apakah kinetika transplasental dari antibodi yang diperoleh dari vaksin serupa dengan yang diperoleh secara alami (antibodi)?" kata mereka.

Ingat, saat ini jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan dan lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun,

#pakaimasker
#jagajarak
#cucitangan
#satgascovid19
#ingatpesanibu