Studi: Kematian akibat COVID-19 di AS lebih tinggi dibanding 20 negara

Di Amerika Serikat (AS), COVID-19 menyebabkan lebih banyak kematian dibandingkan dengan 20 negara yang setara dengannya selama pandemi, tetapi memiliki dampak lebih ringan di negara-negara bagian dengan tingkat vaksinasi tertinggi selama lonjakan Delta dan Omicron, menurut sebuah studi baru.

"Jika disesuaikan dengan ukuran populasi, AS memiliki 155.000 hingga 466.000 kematian lebih banyak dibandingkan negara-negara yang setara dengannya pada paruh kedua 2021 dan awal 2022," demikian dilaporkan oleh Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota pada Senin (21/11), mengutip penelitian yang dipublikasikan di JAMA pekan lalu.

Kematian akibat COVID-19 per kapita secara keseluruhan dan di kedua subkelompok negara bagian di AS secara signifikan melampaui jumlah kematian di semua negara yang setara dengan AS, dengan 370.298 kematian akibat COVID-19 (112/100.000) selama gelombang Delta dan Omicron (masing-masing 61/100.000 dan 51/100.000).

Namun, tingkat kematian akibat COVID-19 tercatat jauh lebih rendah di 10 negara bagian dengan cakupan vaksinasi tertinggi (cakupan 73 persen; 75 kematian/100.000 orang) dibandingkan di 10 negara bagian dengan tingkat vaksinasi terendah (cakupan 52 persen; 146/100.000).

"Tingkat vaksinasi COVID-19 di negara-negara yang setara berkisar dari 64 persen di Israel hingga 82 persen di Korea Selatan. Cakupan vaksinasi AS secara keseluruhan adalah 63 persen," papar laporan itu.

Untuk studi tersebut, para peneliti dari Brown School of Public Health dan University of Pennsylvania membandingkan AS secara keseluruhan, 10 negara bagian dengan tingkat vaksinasi tertinggi dan terendah, serta 20 negara Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) dengan populasi melebihi 5 juta penduduk dan produk domestik bruto per kapita lebih tinggi dari 25.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp15.716) pada 2021, menurut laporan itu.