Studi: Konsumsi Kopi Setiap Hari Bisa Membantu Risiko Gagal Jantung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar baik bagi pecinta kopi. Sebuah studi menyebutkan bahwa minum kopi secangkir atau lebih dapat membantu menurunkan risiko gagal jantung. Studi tersebut melibatkan lebih dari 21 ribu orang dewasa di AS.

Hasil studi tersebut diterbitkan dalam Circulation: Heart Failure, jurnal American Heart Association pada Selasa, 9 Februari 2021. Para peneliti menggunakan pembelajaran mesin untuk memeriksa data dari sebuah studi besar dari Framingham Heart Study, serta merujuk data itu terhadap dua studi lainnya, the Atherosclerosis Risk in Communities Study dan Cardiovascular Health Study.

Saat menganalisis, para peneliti mencatat bahwa jika dibandingkan dengan peminum non-kopi, risiko gagal jantung menurun lima persen hingga 12 persen untuk setiap cangkir yang mereka minum setiap hari. Sementara, untuk Atherosclerosis Risk in Communities Study, peneliti mencatat bahwa mereka yang minum setidaknya dua cangkir kopi per hari memiliki risiko gagal jantung 30 persen lebih rendah.

Namun, risiko gagal jantung tetap sama bagi mereka yang hanya minum satu cangkir atau tidak minum secangkir kopi per hari. Lain lagi dengan kopi tanpa kafein, peneliti mencatat bahwa minuman ini tidak bermanfaat yang sama dengan kopi berkafein. Satu penelitian menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein memiliki efek sebaliknya, yakni meningkatkan risiko gagal jantung.

David P. Kao, penulis studi senior dan asisten profesor kardiologi dan direktur medis di Colorado Center for Personalised Medicine di University of Colorado School of Medicine menyebut hasil meta analisis tim "mengejutkan".

"Hubungan antara kafein dan pengurangan risiko gagal jantung sangat mengejutkan. Kopi dan kafein sering dianggap oleh masyarakat umum sebagai 'buruk' bagi jantung karena orang mengasosiasikannya dengan jantung berdebar, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Hubungan yang konsisten antara peningkatan kafein konsumsi dan penurunan risiko gagal jantung mengubah asumsi itu," kata Kao dalam sebuah pernyataan.

Konsumsi Kopi Tanpa Gula

Ilustrasi Foto Biji Kopi (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Biji Kopi (iStockphoto)

Meski begitu, kata Kao, belum ada bukti yang cukup jelas untuk merekomendasikan peningkatan konsumsi kopi untuk menurunkan risiko penyakit jantung, sama seperti berhenti merokok dapat menurunkan berat badan atau berolahraga. Para peneliti juga mengingatkan bahwa temuan tersebut hanya terfokus pada kopi hitam.

"Meskipun tidak dapat membuktikan kausalitas, menarik bahwa ketiga penelitian ini menunjukkan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung dan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat jika dikonsumsi tanpa tambahan gula dan produk susu tinggi lemak, produk seperti krim," kata Penny M. Kris-Etherton, mantan ketua Komite Gaya Hidup dan Dewan Kesehatan Kardiometabolik di American Heart Association.

"Intinya, nikmati kopi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola diet sehat jantung secara keseluruhan yang memenuhi rekomendasi untuk buah dan sayuran, biji-bijian, produk susu rendah lemak atau non-lemak, dan yang juga rendah natrium, lemak jenuh," tambahnya.

"Selain itu, penting untuk diperhatikan bahwa kafein adalah stimulan dan mengonsumsi terlalu banyak dapat menimbulkan masalah yang bisa menyebabkan kegelisahan dan masalah tidur."

Manfaat Detoks Kopi

Infografis Manfaat Detoks Kopi. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Infografis Manfaat Detoks Kopi. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: