Studi: Konsumsi Makanan Ini Ternyata Memengaruhi Kesehatan Jantung

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada yang mengtakan apabila ingin hidup panjang dan bebas penyakit, makanlah dengan sehat. Sepiring penuh makanan sehat dan bergizi akan memberi energi untuk menjalani hari dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Tetapi ketika berbicara tentang kesehatan jantung, Anda perlu melakukan sedikit lebih dari sekadar makan sehat. Studi menunjukkan bahwa apa yang dimakan dan kapan Anda makan keduanya memengaruhi kesehatan jantung Anda.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association mengungkapkan bahwa makan makanan ringan bertepung setelah makan dapat meningkatkan risiko kematian dini sebesar 50 persen dan mengembangkan penyakit kardiovaskular sebesar 45 persen.

Studi tersebut menunjukkan bahwa makan makanan sehat dan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan susu pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dapat bermanfaat lebih banyak dan mengurangi risiko komplikasi yang berhubungan dengan kesehatan.

Makanan apa yang harus dimakan dan kapan

Untuk penelitian ini, tim peneliti memeriksa laporan kesehatan dari sekitar 21.503 peserta yang dikumpulkan dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) dari tahun 2003 hingga 2014. Mereka mengkategorikan kebiasaan makan peserta untuk mempelajari pengaruhnya terhadap kesehatan mereka.

Kategori sarapan -Sarapan alat Barat, sarapan bertepung, dan sarapan buah.

Kategori makan siang - Makan siang alat Barat, makan siang sayur, dan makan siang buah.

Kategori makan malam -Makan malam alat Barat, makan malam sayur, dan makan malam buah.

Kategori snack - snack gandum, snack bertepung, snack buah, dan snack susu.

Secara keseluruhan ditemukan bahwa orang-orang yang termasuk dalam kelompok makan siang ala barat paling banyak mengonsumsi biji-bijian olahan, lemak padat, keju, gula tambahan, dan daging.

Para peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang termasuk dalam kelompok ini 44 persen lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Mereka yang termasuk dalam kelompok kedua dan makan buah saat makan siang memiliki 34 persen penurunan risiko kematian akibat komplikasi terkait jantung. Orang-orang dari kelompok ini paling banyak mengonsumsi gandum utuh, buah-buahan, yogurt, dan kacang-kacangan.

Sementara peserta yang makan malam berbasis sayuran dan mengonsumsi porsi sayuran dan kacang-kacangan paling banyak, risiko kematian kardiovaskular mereka berkurang 23 persen.

Mengapa waktu itu penting

Berdasarkan temuan, para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan berpati memiliki 50 hingga 52 persen peningkatan risiko kematian. Namun, para peneliti menyarankan bahwa ngemil mungkin tidak hanya menjadi masalah. Mereka menekankan perlunya makan sesuai dengan ritme sirkadian kita untuk manfaat kesehatan.

Bagaimana cara makan sesuai dengan ritme sirkadian?

Jika berencana untuk makan sesuai dengan ritme sirkadian, makanlah buah setelah sarapan. Anda dapat memiliki semua jenis buah seperti buah beri.

Saat makan siang, cobalah untuk mengurangi asupan makanan olahan seperti daging, biji-bijian olahan, dan gula tambahan. Sebaliknya, fokuslah pada buah-buahan dan biji-bijian.

Untuk camilan malam, segenggam kenari, secangkir yoghurt, dan buah beri segar bisa menjadi pilihan yang bagus. Cobalah memilih makanan ringan yang tidak mengandung tepung. Saat makan malam, tambahkan lebih banyak sayuran dan kacang-kacangan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel