Studi: Mahasiswa Kecanduan Smartphone Pengaruhi Kualitas Tidur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebuah ulasan studi yang diterbitkan di Frontiers in Psychiatry menemukan bahwa 40 persen mahasiswa yang kecanduan smartphone memiliki kualitas tidur yang lebih buruk.

Para peneliti di King’s College London melakukan jajak pendapat terhadap 1.043 mahasiswa di sana yang berusia 18 hingga 30 tahun antara 21 Januari hingga 30 Februari 2019 tentang penggunaan ponsel cerdas mereka, termasuk jumlah rata-rata waktu penggunaan per hari.

Mereka kemudian membandingkannya dengan rata-rata jumlah jam tidur yang dilaporkan para responden pada malam hari serta kualitas tidur mereka secara keseluruhan.

Sebagaimana dikutip dari Jade Scipioni di CNBC, studi tersebut menemukan bahwa 38,9 persen mahasiswa kecanduan smartphone mereka.

Dari mereka yang mengalami kecanduan, 68,7 persen memiliki kualitas tidur yang buruk, dibandingkan dengan 57,1 persen yang tidak memiliki kecanduan.

Peneliti menemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan ponsel mereka beberapa jam selama aktivitas dengan keluarga atau teman dan setelah tengah malam kemungkinan besar berisiko tinggi menjadi kecanduan.

Seorang mahasiswa juga dinilai memiliki kecanduan apabila menggunakan ponsel pintar selama lebih dari lima jam sehari, tidak dapat mengontrol berapa lama mereka menggunakan ponsel, merasa tertekan ketika tidak dapat mengakses ponsel, dan seringkali melewatkan aktivitas kehidupan.

Terlebih lagi, studi tersebut menemukan bahwa mereka yang berhenti menggunakan perangkat mereka satu jam sebelum tidur cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi kecanduan dibandingkan dengan mereka yang berhenti kurang dari 30 menit sebelum waktu tidur.

Kualitas Tidur Buruk

Namun, menurut penelitian tersebut, "Kecanduan ponsel cerdas dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk, terlepas dari durasi penggunaan, yang menunjukkan bahwa lamanya waktu tidak boleh digunakan sebagai ukuran untuk penggunaan yang berbahaya."

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine pada bulan Juni melaporkan temuan serupa tentang hubungan antara penggunaan ponsel secara berlebihan dan tidur pada anak-anak yang lebih kecil.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan memiliki keterkaitan dengan total waktu tidur yang lebih pendek dan kualitas tidur yang menurun.

Tetapi, beberapa ahli mempermasalahkan istilah "kecanduan ponsel cerdas". Sebab, kecanduan smartphone bukanlah kondisi yang diakui oleh badan kesehatan global mana pun dan tidak ada diagnosis klinis formal, menurut Bob Patton, dosen Psikologi Klinis di Universitas Surrey, yang mempelajari perilaku adiktif.

Selain itu, penting untuk diperhatikan bahwa hasil studi tidak dapat diterapkan pada populasi umum karena studi tersebut hanya melibatkan mahasiswa dan dewasa muda.

Reporter: Priscilla Dewi Kirana