Studi Membuktikan, Orang Pesimis Jadi Lebih Optimis Ketika Jatuh Cinta

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Jatuh cinta memang punya efek yang unik pada tubuh dan pikiran setiap orang. Termasuk pada perasaan pesimis yang miliki seseorang dalam menjalani hidup atau menghadapi masalah. Tidak banyak yang tahu bahwa ternyata pesimis bisa dikurangi dengan cara jatuh cinta.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality menemukan bahwa jatuh cinta membuat orang-orang yang pesimis menjadi lebih optimis. Jatuh cinta mampu menurunkan kadar kenegatifan di dalam pikiran seseorang karena otak dalam kondisi lebih sering melepaskan hormon endorfin, yang menyebabkan seseorang lebih bahagia.

Jatuh cinta membuat pesimis berkurang

ilustrasi pasangan cinta bahagia/photo created by freepic.diller - www.freepik.com
ilustrasi pasangan cinta bahagia/photo created by freepic.diller - www.freepik.com

Setelah mengikuti 245 pasangan muda selama sembilan bulan, para peneliti menemukan bahwa berada dalam suatu hubungan cinta secara tidak langsung membuat orang-orang lebih optimis dan percaya diri. Ketika seseorang merasa lebih bahagia, ia juga lebih mampu melihat sesuatu dengan lebih ceria dan positif. Sedangkan orang pesimis umumnya cenderung melihat sesuatu dengan sudut pandang negatif.

Orang dengan kecenderungan kepribadian Neuroticism (karakteristik negatif) seperti mudah gugup, berpikiran buruk, tidak percaya diri, meremehkan diri sendiri, mudah stres dan lain sebagainya akan mengalami penurunan kadar neuroticism ketika jatuh cinta, dengan catatan, cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan.

Itulah salah satu alasan mengapa jatuh cinta bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik. Tidakkah kamu juga merasakan hal yang sama ketika jatuh cinta, Sahabat Fimela?

#ElevateWoman with Fimela

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel