Studi Menemukan Bahwa Perempuan adalah Penggosip yang Lebih Netral daripada Pria

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Berjalanlah di sepanjang tempat, entah di kantor, di tempat makann bahkan di lingkungan rumah, pasti kamu akan menemukan percakapan antara dua orang atau lebih.

Percakapan adalah hal yang tak bisa dihindarkan saat seseorang telah bertemu dengan orang lain. Semua hal bisa menjadi pembicaraan yang menarik, seperti hobi, pekerjaan bahkan gosip.

Pria dan Perempuan Bergosip dengan Jumlah yang Sama

Sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, Riverside mengira mereka akan mencari tahu tentang beberapa asumsi tentang gosip dan menyesuaikannya dengan realitas. Ternyata banyak hal yang selama ini salah diasumsikan.

Para peneliti percaya bahwa kebanyakan orang memandang penggosip sebagai “tidak bermoral, tidak berpendidikan, dari kelas sosial yang lebih rendah dan dilakukan perempuan."

Sebaliknya, apa yang ditemukan penelitian ini, dengan menggunakan alat perekam yang mendengarkan kehidupan orang sehari-hari, Bahwa pria dan perempuan bergosip dengan jumlah yang sama. Mereka yang lebih sering bergosip adalah mereka yang menurut para peneliti lebih ekstrover, tanpa memandang jenis kelamin.

Perempuan Lebih Netral dalam Gosip daripada Pria

Ilustrasi perempuan gosip./Copyright shutterstock.com/g/totojang1977
Ilustrasi perempuan gosip./Copyright shutterstock.com/g/totojang1977

Ternyata dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa perempuan terlibat dalam gosip yang lebih netral daripada pria. Perempuan lebih banyak terlibat dalam gosip netral daripada pria, tetapi perempuan dan pria terlibat dalam gosip positif dan negatif dengan tingkat yang sangat mirip.

Dan orang yang lebih muda cenderung bergosip negatif lebih banyak daripada orang yang lebih dewasa. Penelitian ini juga menemukan bahwa 'penjahat' sebenarnya di dunia gosip adalah pria, bukan perempuan . Dalam hal ini pria lebih cenderung mengatakan mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain dan pria muda adalah yang terburuk.

Rata-rata Waktu yang Dihabiskan untuk Bergosip

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rata-rata orang menghabiskan 52 menit sehari untuk berbicara dengan seseorang tentang orang lain. Ya, hampir satu jam dihabiskan untuk bertanya-tanya tentang seseorang, yang terkait dengan pekerjaan mereka atau kepribadian seseorang.

Lingkungan Netral Membuat Seseorang Lebih Sedikit Bergosip

Ilustrasi/copyright shutterstock/Odua Images
Ilustrasi/copyright shutterstock/Odua Images

Memang, sekitar tiga perempat dari semua penggosip yang diamati adalah jenis yang netral. Biasanya, mereka ini dari kalangan orang yang hanya ingin terhubung, berbicara, dan berbagi. Dan mereka kurang tertarik untuk bersikap jahat terhadap orang lain. Ini khususnya banyak terjadi di lingkungan kantor.

Lingkungan yang netral, seperti di lingkungan kantor, mudah membuat seseorang lebih mudah menjadi paranoid karena pembicaraan mengenai hal pribadi bisa menjadi hal yang kurang nyaman, bahkan mengerikan.

Seseorang merasa takut, jika hal-hal pribadi terlalu banyak diumbar maka akan memungkinkan seseorang tersebut menjadi bahan obrolan selanjutnya. Yang, menurut beberapa ilmuwan, ini bukanlah hal yang buruk.

Pada dasarnya, baik pria atau perempuan itu memliki potensi yang sama, mereka dikaruniai akal yang sama. Sehingga mereka juga akan memiliki kecapakan dalam berkomunikasi yang tidak berbeda termasuk dalam hal bergosip, semua orang berpotensi melakukannya. Demikianlah beberapa ulasan mengenai asumsi gosip di antara pria dan perempuan. Semoga bermanfaat.

#ElevateWomen