Studi: Pria Amerika Lebih Mudah Sakit dan Cepat Mati Dibanding Lelaki Negara Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Pria Amerika lebih gampang sakit dan meninggal lebih cepat daripada pria yang tinggal di negara maju lainnya. Ini berdasarkan studi terbaru The Commonwealth Fund, organisasi nirlaba yang fokus pada masalah kesehatan masyarakat.

Penelitian ini mengamati pria dari Amerika Serikat (AS), Swiss, Norwegia, Selandia Baru, Australia, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Swedia dan Kanada. Hasilnya, tingkat kematian, kondisi kronis, dan kesehatan mental paling tinggi di kalangan pria Amerika.

Sekitar 29 persen pria Amerika dilaporkan mengalami sejumlah penyakit kronis, disusul pria Australia sebanyak 25 persen. Pria yang tinggal di Prancis dan Norwegia paling rendah yaitu 17 persen.

"Apakah karena sikap keras kepala, tidak ingin terlihat lemah atau rentan, atau alasan lainnya, pria yang ke dokter itu jauh lebih sedikit dibandingkan wanita," jelas penulis studi, dikutip dari laman ABC News, Selasa (19/7).

Para pria di AS juga meninggal karena penyakit yang bisa dihindari (avoidable deaths), diklasifikasikan sebagai kematian sebelum 75 tahun, di mana angkanya lebih tinggi dari pria dari 10 negara lainnya yang terdaftar dalam laporan ini.

Penelitian ini menunjukkan, kesenjangan pendapatan berperan penting dalam kesehatan seseorang. Pria dengan pendapatan yang lebih rendah cenderung memiliki kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol. Ini menyebabkan munculnya penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Mereka yang berpenghasilan rendah cenderung tidak mampu membayar perawatan yang memadai dan tidak bisa ke dokter secara teratur. Ini berkontribusi pada memburuknya masalah kesehatan.

Para peneliti mengatakan, AS masih menjadi satu-satunya negara industri tanpa program perawatan kesehatan universal dan menyebabkan pria menghindari perawatan yang mereka butuhkan karena biayanya terlalu tinggi.

"Sekitar 16 juta pria AS tanpa asuransi kesehatan dan keterjangkauan adalah alasan orang-orang mengapa mereka tidak mendaftar asuransi kesehatan," tulis para peneliti.

Pria Amerika juga tidak terlalu memikirkan sistem perawatan kesehatan AS, dengan hanya 37 persen yang memberikan peringkat tinggi. Di antara pria dengan pendapatan di bawah rata-rata, hanya 32 persen yang setuju dengan sistem perawatan kesehatan.

Namun demikian, para peneliti mengatakan tingkat kematian pria Amerika karena kanker prostat terendah di antara negara-negara lain yang diteliti. Hal ini karena AS menyediakan program tes kanker yang meluas dan perawatan lanjutan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel