Studi Sebut 96 Persen Warga Kanada Terpapar Hoaks soal Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya di Indonesia masalah hoaks soal covid-19 juga menjadi perhatian khusus di Kanada. Badan Statistik Kanada, Stats Can bahkan mengungkapkan mayoritas warganya mendapat informasi salah terkait pandemi covid-19.

Riset yang dilakukan sejak Juli 2020 ini menemukan bahwa 90 persen warga Kanada mencari informasi soal pandemi covid-19 secara online. Namun 96 persennya mendapatkan informasi yang salah, tidak akurat, dan misleading.

Hanya 21 persen warga yang selalu memeriksa informasi sebanyak dua kali. Sementara 37 persen lainnya jarang melakukan hal tersebut.

Selain itu Stats Can juga mengungkapkan ada 40 persen orang yang menyadari bahwa informasi yang diterima salah. Tak hanya itu ada juga 53 persen warga yang membagikan informasi soal covid-19 tanpa tahu informasi tersebut akurat atau tidak.

Studi juga menjelaskan warga Kanada berusia 55 tahun atau lebih paling jarang memverifikasi informasi yang diterima secara online. Mereka juga kerap membagi informasi soal covid-19 tanpa memeriksanya terlebih dulu.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pernyataan Stats Can

Ilustrasi Hoaks. (Freepik)
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

"Pandemi covid-19 hadir bersamaa dengan infodemik, banjir informasi yang tidak semuanya benar. Hal ini menyulitkan orang untuk mencari fakta dan sumber terpercaya," bunyi pernyataan Stats Can seperti dilansir Investment Executive.

"Kami berharap semua orang mempertimbangkan informasi mana yang harus dipercaya. Perbincangan online biasanya memuat informasi yang tidak akurat."

Saksikan video pilihan berikut ini: