Studi Sebut Kondisi Kesehatan Perempuan Lebih Baik dari Laki-Laki Selama Pandemi COVID-19, Benarkah?

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Berkurangnya mobilitas akibat kebijakan PSBB membuat kondisi kesehatan masyarakat rentan terhadap penyakit. Tidak hanya penyakit fisik, melainkan juga penyakit mental.

Kondisi kesehatan yang berubah sebenarnya berawal dari pola dan kebiasaan hidup yang berubah akibat pandemi COVID-19. Perubahan waktu tidur dan aktivitas fisik yang dilakukan membuat kondisi kesehatan masyarakat juga beradaptasi.

Sebagai merek smartwatch yang memiliki fokus pada gaya hidup dan kesehatan, Garmin mencatat sejumlah data kondisi kesehatan masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19. Garmin mengamati aktivitas fisik para penggunanya bahwa kondisi kesehatan perempuan terbilang lebih baik dibanding laki-laki. Benarkah?

1. Tingkat stres

Kebijakan PSBB di sejumlah daerah membatasi aktivitas dan kegiatan masyarakat. Denga kondisi ini, Garmin melihat melalui catatan Garmin Connect justru tingkat kesehatan pengguna Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga dibandingkan dengan negara lain di Asia. Data tersebut menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Dengan kata lain, pandemi dan PSBB tidak membuat tingkat stres masyarakat Indonesia meningkat drastis. Khusus pada perempuan di Indonesia yang tercatat memiliki tingkat stres di bawah 20.

2. Deep Sleep

Simak kondisi kesehatan masyarakat Indonesia sepanjang pandemi COVID-19 (Garmin)
Simak kondisi kesehatan masyarakat Indonesia sepanjang pandemi COVID-19 (Garmin)

Fakta menarik lainnya juga datang dari fase tidur selama pandemi. Melalui data yang diperoleh rata-rata perempuan di Indonesia memiliki rata-rata deep sleep yang cukup baik di antara negara Asia lainnya. Yaitu mencapai 70 menit. Sedangkan laki-laki memiliki rata-rata deep sleep hanya 50 menit.

Hal ini dikaitkan karena kemampuan mengelola stres pada laki-laki belum sebaik perempuan. Penelitian yang dilakukan Bixler menunjukkan perempuan memiliki waktu tidur lebih banyak dibanding laki-laki karena lebih mampu mengatasi pemicu stres yang berasal dari luar, yang dapat mengganggu proses tidur manusia.

3. Intensitas aktivitas fisik

Garmin mendeteksi aktivitas fisik dengan intensitas tertentu yang berlangsung selama lebih dari 10 menit berdasarkan detak jantung pengguna. Data yang diperoleh Garmin Connect di kawasan Asia menunjukkan intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.

Sementara di Indonesia, intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki berada di urutan terendah dibanding pengguna laki-laki di Asia. Sedangkan pengguna perempuan di Indonesia menempati posisi keenam di Asia.

Simak video berikut ini

#changemaker