Studi Ungkap Alasan Banyak Hoaks Beredar di India Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Studi terbaru diterbitkan di Journal of Medical Internet Research terkait perilaku pengguna internet di India selama pandemi covid-19. Studi ini menemukan bahwa warga di India mayoritas menyebarkan informasi yang diterima di Whatsapp terkait covid-19 tanpa memverifikasinya terlebih dahulu.

Studi ini dilakukan oleh sejumlah dokter dari Rochester, New York dan Pune, India. Dalam studi itu ditemukan bahwa ada 30 persen orang India yang menggunakan Whatsapp untuk mencari informasi seputar covid-19.

Sayangnya dari jumlah tersebut kurang dari 50 persen yang memeriksa fakta terkait informasi yang diterima sebelum meneruskannya. Bahkan 13 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak pernah memeriksa fakta pesan sebelum meneruskan pada orang lain.

Studi itu juga mengamati kelompok lanjut usia. Dalam studi ditemukan bahwa mereka yang berusia 65 tahun ke atas lebih mungkin menerima informasi yang salah dan juga lebih mungkin untuk mempercayai dan menyebarkannya.

Tiga perempat warga India juga terungkap bahwa adanya tautan atau penyebutan sumber membuat pesan lebih dapat dipercaya. Meskipun hal ini tidak selalu membuat klaim menjadi sah. Di sisi lain studi itu juga mengungkap sepertiga orang India mengatakan mereka lebih mempercayai pesan dari pengirim yang dikenal daripada orang yang tak dikenal.

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel