Studi Ungkap Orang Enggan Divaksin Covid-19 Karena Percaya Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Program vaksinasi covid-19 telah dilangsungkan di seluruh dunia namun masih terdapat beberapa masyarakat yang menolak untuk mendapatkannya. Bentuk penolakan ini diakibatkan efek psikologis ‘ketakutan’ yang timbul setelah membaca informasi salah atau hoaks di media sosial.

Berdasarkan hasil penelitian Lawrence Scharmann, seorang profesor di Sekolah Tinggi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Manusia di Universitas Nebraska-Lincoln menjelaskan alasan utama orang tidak mau divaksin covid-19 adalah percaya misinformasi atau hoaks.

Scharmann menyebutkan melalui ketakutan tersebut memotivasi mereka menggali informasi yang salah semakin dalam dan mempengaruhi mereka untuk membuat keputusan akan divaksinasi atau tidak.

“Saat sudah mencari informasi maka akurasi tidak menjadi motivas. Akibatnya mereka lebih sering terdorong untuk mencari informasi yang mereka sudah yakini. Mereka juga menghindari atau melawan argumen terhadap informasi yang tidak sesuai dengan apa yang mereka yakni,” ujar Inggrid Haas, Profesor Psikologi dan Ilmu Politik UNL menambahkan dilansir The Daily Nebraskan.

Haas menjelaskan bahwa masyarakat memiliki kecenderungan mengikuti orang yang mereka setujui daripada mengikuti orang yang tidak mereka setujui. Haas pun berharap agar masyarakat mengurangi konsumsi hoaks dengan rajin melakukan verifikasi menggunakan sumber yang valid dan bersikap kritis terhadap informasi yang kita diterima.

“Cobalah untuk memastikan bahwa sebenarnya ada penelitian yang mendukung klaim tersebut, terutama ketika kita berbicara tentang covid-19 dan informasi kesehatan masyarakat.”

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel