Studi: WFH Bisa Merusak Karier Perempuan, Benarkah?

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Perempuan yang bekerja dari rumah atau WFH bisa merusak karier mereka sendiri, karena sekarang sejumlah orang telah kembali bekerja dari kantor. Platform virtual memang telah jauh lebih baik daripada 5 tahun lalu, tapi spontanitas tanpa persiapan sulit ditiru dalam pengaturan virtual.

TERKAIT: Rahasia Membuat Suasana Rumah dan Tempat Kerja Selama WFH Jadi Nyaman

TERKAIT: 5 Cara Mengatasi Godaan Menunda Pekerjaan Selama WFH

TERKAIT: Adilkah Gaji Karyawan WFH Disesuaikan Berdasarkan Lokasi Mereka Bekerja?

Percakapan kantor yang spontan adalah kunci untuk pengakuan dan kemajuan di banyak tempat kerja. Pengasuhan dan sekolah anak yang disebabkan oleh pandemi sebagai beberapa alasan mengapa banyak perempuan terus WFH, sedangkan kaum pria telah kembali ke kantor.

Data yang dirilis Office for National Statistics (ONS) bulan ini melaporkan 60% pekerja kini bekerja di kantor, sementara 13% masih WFH. Lalu, 17% menggunakan model hibrida dari keduanya, seperti dilansir dari independent.co.uk.

Studi: WFH Bisa Merusak Karier Perempuan, Benarkah?

Benarkah WFH untuk perempuan justru bisa merusak karier mereka? Simak di sini penjelasannya.
Benarkah WFH untuk perempuan justru bisa merusak karier mereka? Simak di sini penjelasannya.

Pandemi juga ditemukan telah memukul perempuan secara tidak proporsional, karena telah mengakibatkan lebih banyak perempuan kehilangan pekerjaan, daripada pria. Sebuah laporan dari Burnout Britain di tahun 2020 menemukan bahwa perempuan 43% lebih mungkin meningkatkan jam kerja mereka di luar minggu kerja yang standar, daripada pria saat WFH.

Data sebelumnya dari ONS menemukan bahwa perempuan lebih mungkin untuk mengatakan bahwa WFH memberi mereka lebih banyak waktu menyelesaikan pekerjaan, karena lebih sedikit gangguan, daripada pria. Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel