Study Tur ke Jogja, Puluhan Guru MAN 22 Palmerah Positif COVID-19

Bayu Nugraha, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sedikitnya 33 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Palmerah Jakarta Barat terkonfirmasi positif COVID-19. Hal itu terungkap dari swab massal yang digelar setelah seorang guru di sana terpapar positif COVID-19. Dugaan sementara, para guru terpapar COVID-19 setelah melakukan study tour ke Yogyakarta. Sempat tinggal bareng dan makan di salah satu tempat di Semarang, mereka kemudian mulai alami gejala-gejala COVID-19.

Camat Palmerah, Firman Ibrahim, membenarkan kabar bahwa guru-guru MAN 22 melakukan study tour ke Yogyakarta. “Iya benar sudah kami tracking kemarin kemarin,” ujar Firman dikonfirmasi, Kamis 3 Desember 2020.

Firman menjelaskan tracking dilakukan setelah awalnya seorang guru melakukan pemeriksaan pada 27 November 2020 lalu dengan menggunakan swab antigen, yang hasilnya reaktif.

“Guru itu merasa tak enak badan setelah study tour bersama para guru lainnya selama lima hari (20-25 November 2020),” ujarnya

Masih di hari yang sama, esok serta lusa, sejumlah guru lainnya mulai mengalami gejala. Pemeriksaan kemudian dilakukan ke mereka. Hasilnya, dari 43 orang yang diperiksa, 33 diantaranya positif COVID-19 dan 7 orang negatif.

“Setelah laporan itu, dua orang langsung tes COVID. Besoknya hasilnya keluar dan positif COVID,” ujarnya.

Firman menjelaskan, tes COVID digelar di beberapa kali di tempat terpisah. Hasilnya sejumlah guru terkonfirmasi positif COVID-19, yakni empat guru yang melakukan tes swab pada 28 November lalu.

Kemudian tanggal 30 November, 10 guru positif COVID-19 setelah hasil tes keluar esoknya. Dan hari ini, 16 guru terkonfirmasi positif COVID-19 setelah tes tanggal 30 November 2020 lalu.

“Kami juga kini masih menunggu hasil ketiga guru,” ujarnya.

Mantan Kepala Kantor BPPBD Jakarta Barat ini menambahkan mengantisipasi penyebaran COVID-19, dirinya telah perintahkan lurah dan petugas kecamatan untuk menyosialisasikan tanpa menyebutkan nama pasien. Ia juga meminta warga meningkatkan prokes serta melakukan penyemprotan disinfektan dilakukan di areal sekolah.

Firman enggan berkomentar lanjut lantaran penanganan sekolah MAN berada di bawah Departement Agama.

“Saya hanya melakukan tracking karena bagian dari kewilayahan,” ujarnya. (ren)

Baca juga: Bandung Zona Merah, Wali Kota Minta Masyarakat Patuhi Pesan Ibu