Suami-istri diperiksa KPK terkait kasus pencucian uang Luthfi

MERDEKA.COM. Elda Devianne Adiningrat dan suaminya Denni Pramudia Adiningrat hari ini diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasangan suami istri itu akan diperiksa dalam dugaan kasus pencucian uang mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

"Sebagai saksi untuk LHI," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha, Kamis (18/4).

Elda dan suaminya telah datang ke KPK. Seperti biasa, kepada wartawan keduanya enggan berkomentar. Elda merupakan Komisaris PT Radina Niaga Mulia, sedangkan suaminya seorang komisaris di PT Radina Bio Adicita. 

Keduanya telah beberapa kali menjalani pemeriksaan dalam kasus suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Namun kali ini, keduanya diperiksa dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Luthfi.

Dalam kasus ini, KPK telah menemukan aset yang diduga sengaja disamarkan Luthfi dari hasil kejahatan korupsinya. KPK menduga mobil Toyota Land Cruiser Prado yang disita dari Ahmad Fathanah beberapa waktu lalu, adalah milik Luthfi.

Toyota Land Cruiser Prado bernopol B 1739 itu telah disita KPK bersama mobil-mobil Fathanah lainnya. Fathanah membeli mobil itu dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari PKS, Jazuli Juwaini.

Dalam pengembangan kasus suap pengurusan impor daging di Kementan, KPK menemukan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap Ahmad Fathanah. Penyidik menduga Ahmad Fathanah melakukan penyamaran aset dari uang Luthfi Hasan Ishaaq

Orang terdekat Luthfi itu dijerat dengan pasal 3 atau 4 atau 5 UU Nomor 8/ 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK menyita empat mobil mewah atas nama Ahmad Fathanah ini. Keempat mobil itu yakni Toyota FJ Cruiser hitam bernomor polisi B 1330 SZZ dan Alphard putih bernomor polisi B 53 FTI yang dibeli di dealer di Pondok Indah, Land Cruiser Prado hitam bernomor B 1739, serta sebuah Mercedes Benz.

Selain Fathanah, Luthfi juga ditemukan melakukan TPPU. Luthfi dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8/ 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga:
KPK sita 4 mobil milik Ahmad Fathanah
PPATK: Modus pencucian uang lewat transaksi tunai sulit dilacak
KPK tetapkan Luthfi Hasan Ishaaq jadi tersangka pencucian uang

Topik Pilihan:
Tentara Kuat| Kopassus |Lion Air Jatuh| subsidi BBM |Bom Boston

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.