Suami Istri yang Meninggal Hampir Bersamaan Dikenal Dermawan

Fikri Halim, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasangan suami istri, Fatkhan Sibyan-Ummi Munawaroh, meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan di usia 60-an tahun pada Jumat, 5 Februari 2021. Kejadian ini viral di media sosial.

Oleh netizen, keduanya dinilai sebagai potret pasangan sakinah mawaddah warahmah dan cinta sejati. Semasa hidup, rupanya keduanya dikenal dermawan dan ahli ibadah. Pasutri tanpa keturunan itu tinggal di Jalan Letda Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Yang pertama kali meninggal ialah sang istri, Ummi, pada Jumat dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Sang suami, Fatkhan, kemudian mengaji di dekat jenazah istrinya. Dua jam kemudian Fatkhan menyusul istrinya. Ia juga meninggal dunia.

Tetangga jauh yang mengenal almarhum sejak lama, Hasan Bisri, berdasarkan cerita dari warga yang menyaksikan, kedua almarhum hanya didera adem-panas sebelum meninggal. Namun, Fatkhan masih mengimami salat Isya berjemaah di musala dekat rumahnya pada Kamis malam. Jumat dini hari, Ummi meninggal dunia.

Fatkhan pula yang menghubungi para kerabatnya dan mengabarkan tentang istrinya yang meninggal itu. Kerabat dan tetangga pun berdatangan. Pelayat melihat Fatkhan mengaji di dekat jenazah istrinya. Ia kemudian mengeluh mengantuk dan menyandarkan badan ke dinding rumah. Semula pelayat mengira ia tertidur. Ternyata Fatkhan juga meninggal dunia, dua jam setelah istrinya dijemput ajal.

Hasan menuturkan, semasa hidup keluarga Fatkhan-Ummi dikenal sebagai pengusaha sukses. Mereka memiliki usaha pengolahan kayu, toko peralatan jahit, dan beberapa usaha lainnya di Bojonegoro.

"Saya kenal sejak beliau jadi Bendahara PCNU Bojonegoro tahun 1993-1998," katanya kepada VIVA, Sabtu 6 Februari 2021.

Tak hanya tajir, kedua almarhum juga dikenal ahli sedekah. Jamak mengetahui di Bojonegoro, papar Hasan, almarhum membangun banyak masjid di pelosok-pelosok dan diwakafkan kepada masyarakat. Almarhum juga biasa membantu pembangunan sejumlah madrasah dan pondok pesantren di Bojonegoro.

"Kalau nilainya mungkin puluhan miliar," katanya.

Fatkhan juga dikenal suka menyokong anak muda yang berperan aktif dalam politik kebangsaan. Hasan menuturkan, Fatkhan turut membantu para pemuda dan mahasiswa yang berjuang di era reformasi.

"Beliau sangat dermawan. Dulu masa reformasi beliau banyak membantu perjuangan era reformasi," kata aktivis Gerakan Pemuda Ansor itu.

Kedua almarhum, lanjut Hasan, juga dikenal ahli ibadah. Keduanya istiqamah melaksanakan salat berjemaah lima waktu di Musala dekat rumah mereka. Di musala itu, Fatkhan yang biasa mengimami salat.

"Beliau juga masih rutin mengikuti kegiatan NU di lingkungannya," kata dia.

Baca juga: Ayu Ting Ting Disetop Petugas Ganjil Genap, Diminta Putar Balik