Suami Karen Pooroe Sebut Kematian Anaknya Murni Kecelakaan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi telah mengumumkan hasil autopsi putri Karen Pooroe dan Arya Satria Claproth yang jatuh dari balkon lantai 6 apartemen.

Hasilnya, menurut polisi, ada patah sendi pada tubuh Zefania Carina, anak semata wayang Karen Pooroe dan Arya Satria Claproth.

Terkait hasil autopsi tersebut, pihak Arya Satria Claproth mengaku belum tahu secara resmi hasilnya. Ia juga belum menerima hasilnya dari pihak kepolisian.

"Saya belum tahu (hasil autopsi dari kepolisian)," kata Andreas Silitonga selaku kuasa hukum Arya Satria Claproth saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2020) malam.

 

 

 

Tidak Dibunuh

Arya Satria (Sumber: Instagram/@aryaclaproth)

Dalam kesempatan itu, pihak Arya Satria Claproth memastikan anaknya meninggal dunia bukan karena pembunuhan.

"Kembali saya sampaikan, kami menunggu dengan keyakinan karena anak itu tidak dibunuh kok. Itu murni kecelakaan, tidak bisa kita hindari nasib orang. Kalau Tuhan berkehendak dan sudah waktunya ya waktunya," Andreas Silitonga menjelaskan.

 

Hal Wajar

Karen Pooroe (Foto: Zulfa Ayu Sundari)

Terkait hasil autopsi, menurut dia, adanya patah sendi ditubuh Zefania Carina adalah hal yang wajar. Apalagi putri Karen Pooroe dan Arya Satria Claproth jatuh dari lantai yang cukup tinggi.

"Logikanya gini, kaki patah jatuh dari lantai 6 wajar dong. Yang enggak wajar itu statement Karen yang menyatakan anak ini mulus seperti putri yang sedang tidur salah kan? Ini hasil autopsi yang kita tunggu bukan statement yang menyesatkan," kata Andreas.

 

Opini Negatif

Potret Karen Idol atau Karen Pooroe. (Sumber: Instagram/@karenpooroe)

Andreas juga menambahkan, kini masyarakat berpikir negatif kepada Arya Satria Claproth. Apalagi, pihak Karen Pooroe sempat mengatakan hal-hal yang‎ menggiring opini masyarakat untuk berpikiran buruk kepada kliennya.

"Dengan membuat orang berpikir jadi diracun. Bukan saya yang ngomong, ada faktanya dengan statement itu membuat orang pikir anak ini diracun," kata Andreas Silitonga.