Suami Mutilasi Istri karena Kejantanannya Diremehkan

TRIBUNNEWS.COM, MESIR - Kesal karena kejantanannya diremehkan, seorang kontraktor di Mesir menghabisi nyawa istrinya.

Pria berumur 37 tahun lantas mencincang tubuh istrinya menjadi empat bagian. Demikian dilaporkan Surat Kabar Dostor, seperti dikutip laman Emirates247.com, Selasa (13/11/2012).

Insiden mengerikan terjadi setelah pasangan suami istri terlibat pertengkaran hebat. Menurut si suami, istrinya mempertanyakan kejantanannya di tempat tidur, dan mencemooh kondisi keuangannya yang memburuk.

Si istri juga diduga membandingkan tersangka dengan suami pertamanya. Bahkan, si istri sempat bilang, bahwa mantan suaminya adalah 'pemain' yang lebih hebat di tempat tidur.

Tak tahan dengan segala hinaan itu, sang suami langsung menikam isrinya dengan pisau, yang biasa digunakan untuk memotong daging.

Tak hanya mencincang tubuh istrinya menjadi empat bagian, tersangka juga memotong lidah istrinya, lantas membuang mayatnya di daerah terpencil dekat perbatasan desa.

Insiden menghebohkan terungkap ketika penduduk desa melapor ke polisi, tak lama setelah mereka menemukan mayat perempuan. Tetangga sekitar mengenali mayat itu sebagai Nadia S. Sementara, suaminya kabur dari desa ketika polisi mencarinya.

Setelah diselidiki, polisi menemukan bahwa hubungan sejoli itu tidak akur dan bermusuhan. Sang suami, Imam Abu Shaleeta, akhirnya ditangkap polisi.

Selama diinterogasi, Imam menangis. Ia mengaku memutilasi istrinya, karena kesal sang istri berani mempertanyakan kejantanannya.

Tersangka mengaku tidak menyesal dengan perbuatannya yang brutal dan keji. Ia bahkan menyatakan tidak segan mengulangi perbuatannya, jika dihadapkan dengan situasi yang sama. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.