Suami Tak Sudi Dicerai Aniaya Seluruh Anggota Keluarga, 1 Tewas

Ezra Sihite, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Warga Gang Gembira Dalam, Jalan Prof dr Hamka, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat (Kalbar) digegerkan peristiwa penganiayaan satu keluarga yang mengakibatkan satu orang tewas pada Kamis, 11 Februari 2021. Kejadian panganiayaan ini diduga karena adanya masalah keluarga.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson membenarkan adanya peristiwa penganiayaan di Gang Nilam yang mengakibatkan satu orang yang merupakan abang ipar pelaku tewas. Korban tewas akibat diserang menggunakan parang. Sementara dua orang yang terdiri dari mertua dan istri pelaku juga ikut terluka.

"Ya informasi adanya kasus penganiayaan menggunakan parang di Gang Gembira Dalam itu benar motifnya karena pelaku tidak mau diajak cerai dan pelaku inisial A sudah kami amankan. Sekarang pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,"ujar Rully kepada VIVA, Kamis 11 Februari 2021.

Ia mengatakan bahwa kejadian penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Pada saat itu terdengar warga suara teriakan dari dalam rumah korban dengan teriakan rampok. Tetangga yang mendengar teriakan tersebut langsung melaporkan ke Polresta Pontianak Kota.

"Mendapat laporan tersebut lantas anggota Jatanras bergerak ke lokasi kejadian di Gang Gembira Dalam. Dan didapati pelaku sedang memegang parang dan kaget melihat personel Jatanras masuk. Selanjutnya pelaku menyerahkan diri dan memberikan parang yang digunakan," ujar Rully.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP sub 351 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara itu satu dia antara warga setempat yaitu Husien mengatakan, terjadinya penganiayaan terhadap satu keluarga yang terdiri dari istri korban, abang ipar, mertua dan dua anak pelaku sekitar pukul 05.00 WIB pada subuh. Dalam kejadian itu ada satu orang tewas yaitu abang ipar pelaku. Kemudian istri pelaku dan mertua pelaku terluka.

"Saat kejadian ada suara teriakan minta tolong dari dalam rumah korban dan warga mengira kejadian tersebut perampokan sehingga warga tidak berani mendekat," kata Husien.