Suap KPU, Mantan Bupati Nias Selatan Divonis 2,5 Tahun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan kepada mantan Bupati Nias Selatan, Sumatera Utara, Fahuwusa Laia.

Dia terbukti menyuap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Saut Hamonangan Sirait, sebesar Rp 99,9 juta, dengan maksud agar bisa maju dalam Pemilu Kada.

Majelis hakim juga mewajibkan Fahuwusa untuk membayar denda Rp 50 juta atau digantikan dua bulan kurungan. Sementara, barang bukti uang Rp 99,9 juta yang dipakai dalam suapnya dinyatakan dirampas untuk negara.

"Menyatakan terdakwa Fahuwusa Laia telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata ketua majelis hakim, Ugo, saat membacakan amar putusan terdakwa Fahuwusa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Fahuwusa yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrat Nias Selatan itu dinyatakan terbukti memberikan suap uang Rp 99,9 juta yang diserahkannya dalam bungkusan kue kelapa ke Saut di kantor KPU, Jakarta, pada 13 Oktober 2010, dengan maksud agar Saut mengesahkan Fuhuwusa (incumbent) dapat menjadi calon bupati Nias Selatan 2011-2016.

Terdakwa juga ingin agar KPU menganulir putusan KPU Provinsi Sumatera Utara soal pencabutan statusnya sebagai calon kembali Bupati Nias Selatan, dan membentuk Dewan Kehormatan untuk memeriksa memeriksa anggota KPUD Sumatera Utara yang memecat empat KPUD Nias Selatan.

Saat pertemuan dengan Saut tersebut, Fuhuwusa didampingi sang istri, Nur Asna Larosa, dan anggota DPRD Nias Selatan, Yurisman Laia. KPUD Nias Selatan sendiri menganulir pencalonan Fuhuwusa yang berpasangan dengan Rahmat Alyakin lataran Fuhuwusa tidak lulus SMA, sebagaimana syarat pendidikan minimal calon bupati.

Sebelumnya, jaksa menuntutnya dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 150 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.