Suara Jenderal Idham Bergetar saat Sertijab Kapolri, Ini Penyebabnya

Bayu Nugraha, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jenderal Idham Azis melakukan serah terima jabatan kapolri kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupatama Mabes Polri pada Rabu, 27 Januari 2021. Kegiatan itu salah satunya adalah penyerahan Panji Tribrata Polri.

Panji Tribrata Polri diserahkan dari Jenderal Idham kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Umum Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari dari istri Idham Azis, yakni Fitri Idham Azis kepada istri Listyo Sigit, Juliati Sigit Prabowo.

Dalam penyampaian sambutannya, Idham suaranya sempat bergetar. Awalnya, Idham mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena kodrat dan iradat-Nya, yang mustahil pun bisa menjadi kapolri ke-24.

“Selanjutnya, terima kasih kepada ibu saya yang melahirkan dan membesarkan serta setiap hembusan napas dan denyut nadi doanya mengalir. Saya ucapkan terima kasih kepada almarhum papa, kepada istri dan anak-anak saya yang selalu mendoakan saya dalam suka maupun duka,” kata Idham.

Kemudian, Idham menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin Polri kurang lebih 454 hari.

“Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden, para menteri, para pimpinan lembaga tinggi negara, jaksa agung, kepala BIN, seluruh anggota DPR khususnya Komisi III sebagai mitra Polri, Kompolnas, kapolri dan wakapolri pada masanya,” ujarnya.

Selain itu, Idham mengucapkan terima kasih kepada panglima TNI, KSAD, KSAL, dan KSAU atas dukungan serta energi yang dibangun sehingga negara senantiasa dalam keadaan kondusif di tengah pandemi COVID-19.

“Saya ucapkan terima kasih kepada wakapolri, senior yang saya banggakan, rekan-rekan pejabat utama, rekan-rekan kapolda, wakapolda dan kapolres, seluruh personel Polri, Polwan, ASN Polri dan Bhayangkari. Saya bersama keluarga mohon maaf apabila selama memimpin Polri ada salah dan khilaf baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” tandasnya.

Baca juga: Kiprah Jenderal Sigit, dari Penjaga Kampung Jokowi hingga Jadi Kapolri