Suara Putri Candrawathi Bergetar Minta Maaf: Saya Bisa Merasakan Duka Seorang Ibu

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, bertemu secara langsung dengan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, orangtua Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sambo dan Putri mendengarkan kesaksian orangtua Brigadir J.

Setelahnya, hakim memberikan kesempatan pada Sambo dan Putri bila ada yang ingin disampaikan pada orangtua Brigadir J. Putri kemudian menyampaikan rasa duka citanya atas kematian Brigadir J.

"Mohon izin yang mulia, izinkan saya atas nama keluarga mengatakan turut berduka terhadap ibu dan ayah Samuel Hutabarat beserta keluarga atas berpulangnya ananda Brigadir Yosua dan semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Putri dari kursi tempat dia duduk, Selasa (1/11).

Putri kemudian mengatakan, sebagai manusia tidak bisa mengetahui seperti apa perjalanan hidup seseorang. Karena semua yang terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Ibu dan bapak Samuel Hutabarat dan keluarga, kita sebagai manusia hanya bisa mengembalikan setiap jalan kehidupan kita ini dan adalah kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa," katanya.

Dia berdalih, bersama suami Ferdy Sambo tak pernah sama sekali berkeinginan peristiwa kematian terhadap Brigadir J terjadi. Apalagi, katanya, peristiwa ini sungguh membawa luka mendalam bagi dirinya dan keluarga.

"Saya dan bapak Ferdy Sambo tidak sedetik pun menginginkan kejadian seperti ini terjadi di dalam kehidupan keluarga kami. Yang membawa luka, di dalam hati saya dan keluarga," kata Putri dengan suara bergetar.

Sebagai ibu, dia memahami apa yang dirasakan Rosti dan Samuel sebagai orangtua yang kehilangan anaknya. Itu sebabnya, dari hari terdalam, Putri memohon maaf atas tewasnya Brigadir Yosua.

"Saya juga sebagai seorang ibu, bisa merasakan duka yang dialami ibu sebagai ibunda dari Yosua. Yang mengalami kehilangan seorang anak. Dari hati yang paling dalam saya mohon maaf untuk ibunda Yosua beserta keluarga atas peristiwa ini," katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Putri mengaku akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Harapannya, persidangan ini akan mengungkap cerita di balik kematian Yosua.

"Saya siap menjalankan sidang ini dengan ikhlas, dengan ketulusan hati saya. Agar seluruh peristiwa yang terjadi dapat terungkap," kata Putri mengakhiri. [lia]