Subholding Gas Pertamina PGN dan BOTAS kerja sama gas bumi di Turki

PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) melakukan kerja sama dengan BUMN Turki, Petroleum Pipeline Corporation atau BOTAS untuk memenuhi kebutuhan gas bumi, gas alam cair (LNG), dan energi di Turki.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dilakukan Direktur Utama PT PGN Tbk M Haryo Yunianto dan BOD Member of BOTAS Corporation Kerim Taşkiran dengan disaksikan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan Ketua B20 Shinta Widjaja Kamdani di Bali, Minggu.

Haryo Yunianto dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, menjelaskan kerja sama dengan BOTAS tidak hanya sebatas suplai gas bumi dan LNG, tetapi juga pengembangan hidrogen, infrastruktur LNG, perdagangan LNG, fasilitas penyimpanan gas bumi bawah tanah, pengembangan SDM, dan potensial bisnis lainnya.

"Kerja sama ini akan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Turki, terutama dalam diversifikasi penyaluran energi. Indonesia dan Turki dapat menjadi market energi yang esensial bagi keberlanjutan trading energi bilateral khususnya gas bumi. Untuk mendukung kerja sama, PGN dan BOTAS terus berkoordinasi perihal kesiapan infrastruktur seperti FSRU dan terminal LNG," ujarnya.

Baca juga: Subholding Gas Pertamina raih 15 Penghargaan Keselamatan Migas 2022

Menurut Haryo, diversifikasi rute dan sumber pasokan gas bumi penting untuk kepastian suplai gas bumi maupun LNG. Oleh karena itu, penyaluran gas bumi maupun LNG untuk Turki nantinya juga berasal dari sumber lain, tidak hanya dari Indonesia.

Saat ini, lanjutnya, sudah beroperasi Arun LNG Hub yang dikelola PT Perta Arun Gas (PAG), selaku afiliasi Subholding Gas Pertamina. Lokasi Arun, Aceh, yang strategis menjadikannya sebagai pusat perdagangan LNG di Asia dan destinasi LNG hub global seperti China, Australia, Angola, Mesir, dan Amerika Serikat.

"Bisnis utama PAG adalah LNG receiving terminal, regasifikasi, dan LNG hub. Lokasi strategis di dekat Selat Malaka dengan potensi hampir 100 ribu kapal berlayar melintas, sehingga menjadi modal penting PAG sebagai pusat LNG kelas dunia," jelasnya.

Baca juga: PGN catat laba bersih Rp4,54 triliun pada triwulan III 2022

Ia menambahkan pengoperasiannya pun didukung sepenuhnya oleh pemerintah melalui penunjukan PAG sebagai pengelola pusat logistik berikat LNG satu-satunya di Indonesia.

"Harapan kami sangat besar agar kerja sama dengan BOTAS berlanjut sampai tahap eksekusi komersial. PGN tentunya akan mendapatkan benefit untuk semakin melebarkan bisnis ke kancah internasional. Di sisi lain, Turki dapat terbantu dalam hal pemenuhan energi gas bumi di kota-kota besar dan pusat-pusat industri sebagai konsumen gas bumi dalam jumlah besar," ujar Haryo.