Subvarian Omicron baru picu peningkatan kasus COVID-19 di AS

Sejumlah subvarian baru Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus infeksi COVID-19 di Amerika Serikat (AS), dengan BQ.1 dan BQ.1.1 menyumbangkan lebih dari 35 persen kasus baru pekan lalu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.

BQ.1.1 mencakup 18,8 persen dari seluruh varian yang menyebar, sementara BQ.1 diperkirakan mencakup 16,5 persen dari seluruh kasus yang menyebar dalam pekan yang berakhir pada Sabtu (5/11) lalu, menurut data terbaru dari CDC.

Kedua varian tersebut menyumbangkan sekitar seperempat dari total kasus baru COVID-19 di tingkat nasional pada pekan sebelumnya, yang berakhir pada 29 Oktober, menurut data CDC.

Kedua varian baru itu berkembang dengan sangat cepat sejak Oktober. Pada awal Oktober, masing-masing varian menyumbangkan sekitar 1 persen dari total kasus infeksi baru di AS, tetapi prevalensinya naik sekitar dua kali lipat setiap pekan.

BA.5 masih menjadi turunan Omicron yang paling dominan di AS, yang mencakup 39,2 persen dari total kasus infeksi baru pekan lalu, menurut data CDC.

SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, terus berubah dan mengakumulasi mutasi dalam kode genetiknya seiring waktu. Varian-varian baru SARS-CoV-2 diperkirakan akan terus muncul, menurut CDC.