Sudah Ada Vaksin, Kenali Herd Immunity dan Dampaknya Jika Diterapkan

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Ratusan negara yang ada di dunia ini yang terjangkit covid-19 memiliki caranya masing-masing untuk mengatasi pandemi ini. Kebanyakan melakukan pembatasan pergerakan dan karantina wilayah. Tetapi ada juga yang disebut menerapkan herd immunity yang kontroversial.

Lantas apa sebenarnya Herd immunity? Melansir laman Primaya Hospital, ini adalah perlindungan secara langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan baik lewat baksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya.

Tetapi dampak dari herd immunity corona disebut sangat berbahaya karena virus ini jenis baru dan sangat mudah menular. Penerapan herd immunity tanpa adanya vaksinasi berisiko menimbulkan jatuh banyak korban jiwa karena infeksi yang menyebar tak terkendali.

Bagaimana Skema Herd Immunity Dilakukan?

Skema herd immunity bisa kita lihat antara lain di Swedia, negara di Eropa. Tanpa pembatasan hasilnya tingkat kematian pasien yang sangat tinggi. Cara kerja herd immunity sendiri adalah dengan membiarkan sebuah populasi terpapar oleh virus.

Menurut sejumlah pakar epidemiologi, setidaknya 50-70 persen dari populasi harus terjangkit virus ini terlebih dulu untuk mencapai herd immunity. Bahkan ada pula yang menyebutkan sekurangnya 90 persen populasi yang terpapar untuk mewujudkan herd immunity.

Apa yang Terjadi Jika Prosedur Herd Immunity Diterapkan?

Cara terbaik untuk menerapkan herd immunity adalah dengan dibarengi imunisasi dan vaksinasi. Vaksin dimasukkan ke dalam tubuh untuk membantu sistem imun mempelajari virus dan melawannya tanpa harus sakit.

Menurut WHO, tanpa vaksinasi, dampak herd immunity corona bisa membahayakan populasi. Bisa terjadi hingga sembilan gelombang infeksi hingga tercapai herd immunity.

Mengapa Herd Immunity Terlalu Berisiko Jika Diterapkan di Indonesia

Dampak herd immunity corona paling dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Dibutuhkan kedisiplinan dan pengetahuan yang memadai dalam penerapan herd immunity. Apalagi yang dihadapi adalah Covid-19, penyakit yang baru dan masih diteliti oleh para ahli.

Herd immunity terlalu berisiko jika diterapkan di Indonesia mengingat masih banyaknya warga yang belum berdisiplin. Baik itu imbauan menjaga jarak dan menggunakan masker, khususnya di tempat publik. Masyarakat seolah-olah belum tahu betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi.

Berita Lainnya :

Kenali Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Menyerang Otak

Pahami 6 Penyebab Obesitas yang Patut Diwaspadai