Sudah Cukupkah Asupan Kalsium Anda Selama Pandemi?

·Bacaan 2 menit
Tulang Kuat (sumber: iStockphoto)
Tulang Kuat (sumber: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Menjaga daya tahan tubuh selama pandemi menjadi tameng agar tidak terular virus Covid-19. Salah satu caranya meningkatkan sistem imun dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan multivitamin.

Tak hanya daya tahan tubuh, kebutuhan akan kalsium pun menjadi prioritas selama pandemi. Kenapa? Dan apa saja asupan yang mampu meningkatkan kalsium Anda selama pandemi.

Berikut tanggapan dari Nicolaas Budhiparama MD., PhD., SpOT (K), FICS dan dr. Toto Surya Efar, Sp.OT.

Jangan lupakan asupan kalsium

Menurut Nicolaas, selama pandemic masyarakat seakan berlomba membentengi diri sendiri dan keluarga dengan berbagai vitamin yang dipercaya dapat mencegah tertularnya virus Covid-19. Mulai dari vitamin C, D, dan E. Tanpa disadari, sebenarnya selama era pandemi ini, ada satu elemen lagi yang tidak boleh dilupakan: kalsium.

“Sejak Covid-19 masuk ke bumi Indonesia, banyak pekerja diarahkan untuk work from home, dan seluruh masyarakat diwajibkan untuk menjaga jarak dan membatasi kontak. Artinya, secara garis besar, tingkat aktivitas fisik kita menjadi jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Selama pandemi, kita jadi sulit olahraga di luar rumah, jarang mengeluarkan keringat, dan bahkan minim menapakkan kaki ke luar rumah,” ujar Nicolaas.

Dengan kata lain, menurut Nicolaas pandemi membawa warga Indonesia pada gaya hidup yang relatif sedenter—sedikit berolahraga. Minimnya aktivitas fisik membahayakan untuk kesehatan sistem muskuloskeletal: tulang menjadi keropos, sendi menjadi kaku, dan otot menjadi atrofik.

Untuk mencegah hal itu, Nicolaas menekankan untuk meningkatkan aktivitas fisik, dan tidak lupa untuk memenuhi asupan kalsium harian, yaitu 1000 mg. Usia remaja, kehamilan, laktasi, dan usia lanjut membutuhkan kalsium yang lebih tinggi, yaitu 1200-1300 mg setiap harinya.

“Selain memelihara kesehatan tulang dan otot, kalsium juga mempunyai peranan penting pada saraf, pembuluh darah, sistem regulasi selular dan produksi hormon. Apabila kebutuhan kalsium tidak terpenuhi dalam jangka waktu lama, tubuh secara otomatis akan membongkar cadangan kalsium yang disimpan dalam sel-sel tulang – sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos,” tutur Nicolaas.

Makanan kaya kalsium

Menurut dr. Toto Surya Efar, Sp.OT., kalsium banyak terkandung dalam susu, keju, dan yogurt. Beberapa jenis sayuran juga mengandung kalsium, seperti kubis (cabbage), kembang kol (cauliflower) dan brokoli. Sayur bayam juga mengandung kalsium, meski dalam jumlah yang lebih sedikit. Beberapa produk olahan seperti jus, sereal, dan tofu seringkali difortifikasi dengan kalsium.

“Apabila dari makanan yang biasa dikonsumsi tidak cukup memenuhi asupan kalsium harian, ada baiknya minum suplementasi, baik dari tablet atau minuman yang banyak dijual di pasaran,” tutur dr. Toto.

Sebagai kesimpulan, kalsium merupakan elemen nutrisi yang tidak boleh dilupakan, apalagi pada masa pandemi ini. Asupan kalsium harian mesti dipenuhi, baik dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari atau dari suplementasi tambahan.

Artikel ini bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

(*)