Sudah Damai, Habib Bahar Minta Dibebaskan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Terdakwa kasus penganiayaan driver taksi online, Habib Bahar bin Smith mengajukan pledoi dalam sidang lanjutan secara virtual di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung. Dalam pembelaanya, Habib Bahar meminta Majelis Hakim memvonis bebas dari kasus tersebut.

Habin Bahar dinilai layak dibebaskan karena adanya perjanjian damai dengan korban setelah kejadian. Dan korban pun memaafkan tindakan Habib Bahar dan tidak mencabut laporannya di kepolisian.

"Dalam keterangan, saksi korban tidak mau memperpanjang masalah karena sudah berdamai ada surat perjanjian diperkuat oleh keluarga korban yang menyaksikan perdamaian," kata kuasa hukum Habib Bahar di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Kamis 3 Juni 2021.

Penasehat hukum Ichwan Tuankotta menambahkan, majelis mempunyai pertimbangan kuat untuk membebaskan Habib Bahar. Selain karena adanya perdamaian dengan korban, adanya pengakuan Habib Bahar atas perbuatannya dan sikap selama persidangan.

"Untuk membebaskan terdakwa Habib Bahar bin Smith dari segala dakwaan dan penuntut umum atau kalau berpendapat kain majelis hakim mohon yang seadil-adilnya," kata Ichwan di akhir pembacaan pledoi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menuntut Habib Bahar dengan lima tahun penjara atas kasus penganiayaan terhadap driver online.

Jaksa menyatakan, Habib Bahar terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan Jo Pasal 55.

"Selama 5 bulan dengan tetap ditahan," tegas Jaksa Kejati Jabar di ruang 1 Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung jalan LLRE Martadinata Kota Bandung Jawa Barat, Kamis 27 Mei 2021.

Sementara Bahar menyaksikan tuntutan tersebut secara virtual dari Lapas Bogor. Penasehat hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankota memastikan tuntutan tersebut akan ditanggapi dengan pledoi satu pekan ke depan. "Kita akan mengajukan pledoi secara tertulis," tegas Icwan kepada Majelis Hakim.