Sudah ditunda, UN di tempat ini ditunda lagi

MERDEKA.COM. 'Amburadul' mungkin kata yang tepat untuk menanggapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, SMK, MA, tahun ini. Sebab, baru kali ini UN mengalami penundaan waktu pelaksanaan.

Telatnya distribusi naskah soal menjadi alasan utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunda pelaksanaan UN di 11 provinsi Indonesia tengah dari Senin (15/4) menjadi Kamis (18/4).

Namun, setelah mengalami penundaan, pelaksanaan UN di sejumlah kota yang sedianya dilaksanakan hari ini ternyata tetap tak berjalan mulus. Bahkan, sejumlah kota terpaksa kembali menunda pelaksanaan UN.

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pelaksanaan UN kembali harus ditunda pelaksanaannya menjadi Jumat (19/4). Penundaan disebabkan belum tersalurkannya semua naskah soal UN di daerah itu.

Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengatakan, kebutuhan naskah UN yang harus disalurkan ke 31 sekolah penyelenggara di Kota Kupang berjumlah 1.065 sampul. Sementara, saat ini baru 360 sampul saja yang sudah tersalurkan.

Agar UN benar-benar bisa dilaksanakan pada Jumat, jajaran Dinas Pendidikan di Kota Kupang, bersama utusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya menyepakati kekurangan naskah UN diperbanyak dengan fotokopi.

"Karena itu pelaksanaan UN bisa dilakukan Jumat," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan UN juga kembali diundur di Nusa Tenggara Barat. Namun, penundaan kali ini bukan mengenai hari melainkan jam pelaksanaan.

UN yang sedianya dilaksanakan hari ini pukul 07.00 WITA, diundur menjadi pukul 13.00 WITA. Hal ini mengakibatkan sejumlah siswa SMA di Kota Mataram menangis histeris. Sebab, mereka telah belajar secara maksimal untuk mengikuti UN.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB H Lalu Syafii mengatakan, penundaan pelaksanaan UN dikarenakan naskah soal di sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Tengah masih kurang.

"Saya diperintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menunda pelaksanaan UN, karena harus dilaksanakan secara serentak. Jadi kita tidak boleh mulai pelaksanaan UN tersebut sebelum naskah soal di Lombok tengah lengkap." katanya seperti dilansir Antara.

Hal yang sama juga terjadi di Makassar. Akibat keterlambatan distribusi soal UN pelaksanaan UN di Makassar harus ditunda pelaksanaannya selama setengah jam.

"Soal untuk mata pelajaran Kimia baru tiba di sekolah pada pukul 07.30 WITA, sehingga siswa baru mulai ujian pukul 08.00 WITA," kata Pengawas Independen dari Universitas Hasanuddin Mulyadi Mau di SMA Abdi Pembangunan, Makassar.

Sementara untuk soal UN mata pelajaran kedua, pihak SMA Abdi Pembangunan masih menunggu soal dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Dia mengatakan, dari lima bundel soal Biologi, baru ada dua bundel yang diterima, sehingga masih menunggu tiga bundel soal lagi.

"Seharusnya pukul 10.00 WITA mata pelajaran kedua sudah diujikan untuk 94 orang siswa yang menempati lima ruang kelas," katanya.

Wajar saja banyak kalangan mengkritik Kemendikbud soal pelaksanaan UN tahun ini yang amburadul. Lantas kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan?

Baca juga:
Ditunda Jumat, soal UN di Kupang difotokopi
UN di NTB kembali ditunda, siswa menangis histeris
Didesak mundur, Mendikbud bilang hanya pembantu

Topik Pilihan:
Ujian Nasional|Internetsepakbola | Lion Air Jatuh |Bom Boston

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.