Sudah Ngaku Aja Pep Guardiola, Kalau Tanpa Barcelona Tak Bisa Juara Liga Champions

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola menjadi sorotan kalangan media di Inggris setelah kalah dari Chelsea pada final Liga Champions 2020/2021, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. Hal itu terkait tak ada gelandang bertahan sejak awal sampai telat memainkan duo Gabriel Jesus - Sergio Aguero di barisan penggedor.

Manchester City kalah 0-1 dari Chelsea di Estadio do Dragao, Porto. Gol tunggal kemenangan The Blues lahir via aksi Kai Harvetz pada menit ke-42. Bagi Chelsea, gelar tersebut menjadi koleksi ke-2, setelah pernah berjaya pada 2011/2012.

Sedangkan bagi Pep Guardiola, gelarnya tak bertambah, dan tetap mengoleksi dua trofi. Eks gelandang Barcelona dan Brescia ini mendapatkan dua gelar ketika menangani Barcelona, yakni pada musim 2008/2009 dan 2011/2012.

Uniknya, Pep Guardiola menaklukkan tim yang sama, yakni Manchester United. Pada kesempatan pertama, Barcelona unggul 2-0. Sementara itu, Barcelona membuat Manchester United tak berdaya di Wembley saat momen final Liga Champions tahun 2012.

Rangkaian gelar Pep Guardiola di panggung Liga Champions berasal dari Barcelona, yang notabene kala itu disebut-sebut sebagai tim terbaik di planet bumi. Strategi Tiki-Taka menjadi ornamen khas permainan Barcelona kala berjaya di Eropa.

Fakta Juara

Para pemain Barcelona serentak bergembira usai mengalahkan Manchester United 3-1 pada partai final Liga Champions di Wembley Stadium, 28 Mei 2011. AFP PHOTO/FRANCK FIFE
Para pemain Barcelona serentak bergembira usai mengalahkan Manchester United 3-1 pada partai final Liga Champions di Wembley Stadium, 28 Mei 2011. AFP PHOTO/FRANCK FIFE

Fakta terlihat, tak sekadar di Liga Champions, kekuatan Barcelona berhasil membawa mereka berjaya di Piala Super Eropa sampai Piala Dunia Antarklub. Kembali ke urusan Pep Guardiola, publik lantas mengasumsikan kalau Pep Guardiola memang tak bisa juara tanpa Barcelona.

Beberapa waktu lalu, Marca dan El Mundo Deportivo sempat merilis kalau Pep Guardiola berjaya berkat keberadaan 'seniman-seniman' lapangan hijau nan hebat kala itu. Tak bisa dipungkiri, saat jawara kali pertama, lini depan berisi Lionel Messi, Thierry Henry dan Samuel Eto'o.

Komposisi lain berasal dari kekuatan Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Carles Puyol dan Gerard Pique. Pada pencapaian trofi kedua, Pep Guardiola mengganti peran Thierry Henry dan Samuel Eto'o, dengan ketajaman David Villa serta Pedro.

Sedangkan komposisi di area lain tergolong sama, kecuali keberadaan bek kanan Dani Alves dan bek kiri Eric Abidal. Sementara itu, Javier Mascherano mengisi bek sentral, menggantikan Carles Puyol.

Lepas Dari Barcelona

Mantan pemain Bayern Munchen, Mario Gotze (kiri), gagal bersinar di bawah asuhan Pep Guardiola (kanan). (AFP/Alberto Pizzoli)
Mantan pemain Bayern Munchen, Mario Gotze (kiri), gagal bersinar di bawah asuhan Pep Guardiola (kanan). (AFP/Alberto Pizzoli)

Setelah lepas dari Barcelona, Pep Guardiola berulang kali gagal mengangkat trofi Liga Champions. Musim pertama mendarat di Bayern Munchen, Pep Guardiola justru gagal membawa Die Roten memertahankan gelar Liga Champions.

Kala terbang ke Manchester City, Pep Guardiola juga tak kunjung menuai keberhasilan di panggung kompetisi paling bergengsi antarklub se-Eropa tersebut. Terakhir, ia hanya menjadi penonton keberhasilan Thomas Tuchel membawa Chelsea jawara.

Ia enggan berkomentar jauh, dan hanya ingin fokus atas pencapaian sepanjang musim ini. "Musim ini sungguh beda bagi kami. Timku punya banyak kesempatan dalam pertandingan yang ketat. Kami brilian pada babak kedua dan lebih berani, tapi tetap gagal. Suatu saat kami akan kembali lagi ke final," jelas Pep Guardiola.

Video Man City Keok

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel