Sudah Siapkah Anda Jadi Imam Salat Tarawih?

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 3 menit

VIVA -- Siapkah Anda Menjadi Imam Tarawih di Rumah? Banyak memang kenyataan hidup yang tidak bisa kita hindari. Salah satunya adalah kegiatan sosial keagamaan di bulan Ramadhan (puasa).

Ya, ketika tiba-tiba kita harus menjadi imam dadakan salat jamaah tarawih, bersama anak dan istri di rumah, di tengah pandemi virus Corona.

Dalam situasi darurat pandemi virus Corona sekarang ini, kegiatan salat tarawih di masjid atau di musholah pun ditiadakan sejak Ramadhan tahun lalu (1441 H).

Untungnya beberapa masjid sudah mulai buka, termasuk Istiqlal Jakarta. Kementerian Agama, Majelis Ulama dan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) juga sudah mengizinkan.

Alhamdulillah, kami (maksudnya saya, istri dan seorang putri bungsu) tetap melaksanakan ibadah tersebut di rumah. Ya untuk sementara bersepakat untuk tetap beribadah dari rumah. Sama seperti tahun lalu.

Maka setelah selesai menunaikan salat jamaah Isya di rumah, dilanjutkan dengan shalat jamaah tarawih bersama istri dan anak. Saya juga sudah buat video tutorialnya:
https://youtu.be/wKyVYHJRIzE

Kendalanya, Siapa Yang Jadi Imam? Betul. Menjadi imam tarawih -- dimana selama ini hanya sebagai makmum di mesjid atau musholah -- memang jadi kendala di awal pelaksanaan tarawih.

Nah, mau tak mau harus dijalani. Meski, saya sadar, ilmu agama dan kemampuan bacaan Alquran masih terbatas. Lalu, saya pun jadi imam shalat tarawih dengan anak dan istri jadi makmum.

Selain tarawih sebagai ibadah Sunnah, puasa sebagai ibadah wajib, demikian pula baca Alquran juga disunnahkan.

"Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat pada seorang hamba di hari kiamat kelak" (HR Ahmad : 6626, dan al-Hakim : 1/554, hasan li ghairihi).

Imam Tarawih Dadakan

Ya, saya bismillah saja begitu tiba-tiba harus tampil jadi imam tarawih. Allah juga pasti maklum. Situasi sedang darurat, dan imam tarawihnya juga "imam dadakan" hehe....

Maka di tengah maraknya penyebaran virus Corona, semua orang diminta berdiam diri di rumah. Atau setidaknya, menyelesaikan semua pekerjaan di dalam rumah (work from home - WFH).

Mudik pun dilarang (kecuali pulang kampung. Beda ya dengan mudik? Ah gak usah dibahas di sini ya. Ntar menimbulkan polemik yang tak berujung hehe...).

Kembali ke laptop. Tujuan adanya himbauan agar #DiRumahSaja, tentu jelas, untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 yang sudah memakan ribuan korban jiwa. Termasuk di Indonesia. Bahkan tenaga medis pun ikut terpapar.

Tapi Alhamdulillah. Tetap ada hikmah di balik maraknya virus Corona asal Wuhan Cina ini. Salah satunya berdampak pada kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan. Yakni pelaksanaan ibadah salat tarawih berjamaah.

Namun khusus untuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah ini, mau tak mau, bermunculanlah "imam tarawih dadakan".

Sebab tarawih di rumah, tak mungkin memanggil Pak Imam dari masjid atau dari musholah terdekat.

Ya, harus ada imam salat -- dari anggota keluarga di rumah -- yang harus maju memimpin salat tarawih. Tentu ada syarat dan rukunnya. Di antaranya, harus fasih bacaan dan hapalan Alfatihah dan surah lainnya. Berat kan?

Jangan khawatir, misalnya Anda sendiri belum hapal bacaan Alquran dan surah lainnya. Tetap ada solusi -- yang Insya Allah -- dijamin akan sesuai dengan aturan syariah.

Banyak tutorial di YouTube bisa dipelajari, juga dari video singkat yang bertebaran di media sosial dan grup Whats App.

Alhamdulillah, saya beruntung dikirimi video tutorial dari teman mas Aryo Pakudewo bagaimana menjadi imam tarawih.

Di video tersebut dijelaskan apa syarat dan tatacara pelaksanaan salat tarawih di rumah. Sekaligus ada solusi ditawarkan untuk mengatasi kendala jika hapalan Alquran kita terbatas.

Akhirnya, semoga tulisan artikel sederhana ini bermanfaat. Selamat mencoba, sekaligus praktik langsung. Bagaimana menjadi "imam dadakan" salat tarawih berjamaah, di rumah masing-masing. Tafaddal (Nur Terbit).