Sudah Taat Prokes, Waspada Ada Titik Lengah Penularan COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasus positif COVID-19 di Indonesia tengah mengalami lonjakan tinggi. Meski begitu, kondisi ini belum mencapai puncaknya.

Sejumlah pakr memproyeksikan bahwa angka positif yang jumlahnya mencapai lebih dari 20 ribu tiap hari akan terus meningkat. Apalagi jika masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan.

Meski sudah menjalankan protokel kesehatan dan 5M, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan, masih ada titik lengah yang membuat orang bisa tertular. Titik lengah ini banyak yang dilupakan oleh orang-orang.

Titik-titik lengah yang berpotensi menularkan virus adalah saat makan bersama, dimana masker akan dilepas kemudian berbincang sampai tertawa saat makan. Selain itu, saat acara pemakaman di mana pasien yang bersedih kemudian saling bersimpati dengan memberiikan sentuhan, bersalaman atau berpelukan.

Saat rapat tatap muka juga kadang sering terlupakan bisa terjadi transmisi. Dan, olahraga bersama yang cenderung banyak diisi dengan mengobrol, saat suara tidak terdengar masker sengaja diturunkan.

Dokter Erlina melanjutkan, foto bersama juga bisa menjadi titik lengah yang dilupakan akan potensi penularan.

"Saat ada pertemuan semua sudah tertib pakai masker, ada yang ajak foto sama-sama otomatis semua buka masker supaya keliatan wajahnya, kemudian disuruh senyum buka masker. Ini titik lengah," kata Erlina saat webinar Jumat, 2 Juli 2021.

Kemudian, saat acara pernikahan, silaturahmi atau kerabat datang ke rumah, tidak ada yang tahu apakah memang dia taat protokol kesehatan atau tidak, dan dengan siapa saja mereka bertemu sebelumnya.

Tempat-tempat keramaian seperti mal dan transportasi umum juga seringkali menjadi titik lengah masyarakat meski sudah menerapkan prokes.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel