Sudah Tahu Belum, Pelek Mobil Juga Bisa Mengalami Kerusakan

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Selain mendukung penampilan eksterior, pelek mobil juga punya peran penting untuk menopang beban kendaraan dalam keadaan berhenti, melaju, hingga saat pengemudinya melakukan pengereman.

Oleh karena itu, para desainer dari pabrikan otomotif biasanya sudah menyesuaikan desain pelek yang dipasang pada kendaraan baru. Meski kadang tak sesuai selera, namun komponen asli pabrikan biasanya sudah dihitung kemampuannya menopang bobot mobil tersebut.

Bicara soal pelek mobil, ternyata kaki-kaki mobil ini bisa mengalami kerusakan. Salah satu cirinya adalah pengemudi merasakan getaran dari setir. Kondisi tersebut kerap terjadi pada roda depan kendaraan.

Lantas apa yang menjadi penyebab kerusakan pada komponen kaki-kaki mobil itu? Melansir tips otomotif dari keterangan resmi Auto2000, Rabu 3 Februari 2021, biasanya ada dua penyebab pelek mobil mengalami kerusakan.

Penyebab pertama karena pengguna kendaraan kerap tak memperhatikan tekanan angin ban mobil. Saat tekanan angin di roda kendaraan kurang dari ukuran standar, maka goncangan akan diteruskan ke pelek. Kondisi tersebut bakal lebih parah, jika karet bannya berukuran lebih tipis.

Kerusakan kedua yang kerap terjadi pada pelek adalah ditemukannya retakan. Disarankan untuk melakukan penggantian, bila melihat retak dalam pada pelek. Sebab, jika kondisi itu dipaksakan bukan mustahil membuatnya pecah ketika kendaraan melaju.

Jangan pernah berspekulasi, bahwa anda bisa memperbaiki sendiri pelek yang rusak. Sebab, diamater dan konstruksi pelek yang sudah berubah akan sulit dikembalikan pada bentuk awalnya.