Sudah Tampil di Olimpiade 2016, Ini Atlet-Atlet yang juga Bakal Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Olimpiade Tokyo 2020 akan segera bergulir. Atlet-atlet Indonesia sudah siap tampil dan mengincar medali dalam pesta olahraga dunia itu.

Dalam edisi terakhir, yaitu Olimpiade Rio pada 2016 silam, banyak pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik oleh atlet-atlet Indonesia yang berkompetisi.

Perjuangan dan dedikasi mengharumkan nama bangsa membuat para atlet begitu bersemangat untuk memperlihatkan yang terbaik. Pada gelaran Olimpiade Rio 2016, Indonesia hanya memperoleh tiga buah medali, terdiri dari satu medali emas dan dua medali perak.

Medali emas diperoleh dari cabang olahraga bulu tangkis ganda campuran yang dipersembahkan oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sementara dua medali perak diperoleh Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani dari cabang olahraga angkat besi.

Lima tahun berselang, setelah harus tertunda selama satu tahun karena pandemi COVID-19, Olimpiade Tokyo 2020 bakal digelar mulai akhir Juli 2021. Atlet Indonesia pun akan berjuang untuk bisa mendapatkan medali sebanyak-banyaknya.

Dari begitu banyak atlet Indonesia yang akan tampil di Olimpiade Tokyo 2020 ini, ada beberapa atlet yang sudah sempat tampil dan berjuang di Rio 2016. Siapa saja mereka?

Eko Yuli Irawan

Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, mempersembahkan medali emas SEA Games 2019 dari nomor 61 kg dengan total angkatan 309 kg, Senin (2/12/2019). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, mempersembahkan medali emas SEA Games 2019 dari nomor 61 kg dengan total angkatan 309 kg, Senin (2/12/2019). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Atlet yang kembali turut serta di Olimpiade Tokyo adalah Eko Yuli Irawan. Atlet kelahiran 24 Juli 1989 silam ini selalu mendapatkan medali sejak Olimpiade 2008.

Satu perunggu di Olimpiade Beijing 2008, satu perunggu di Olimpiade London 2012, dan satu perak di Olimpiade Rio 2016. Secara statistik, dari waktu ke waktu Eko Yuli memperlihatkan perkembangan.

Keikutsertaan di Olimpiade Tokyo 2020 memperlihatkan ambisi Eko Yuli Irawan untuk memberikan medali emas untuk Indonesia belum berakhir.

Eko Yuli akan mulai berkiprah di Olimpiade dengan turun di kelas 61 kg mulai 25 Juli mendatang.

Deni

Lifter Indonesia, Deni, saat berlaga pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Rabu (22/8/2018). Deni memastikan lolos ke final setelah berhasil membukukan poin terbaik dengan total angkatan seberat 318 kg. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Lifter Indonesia, Deni, saat berlaga pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Rabu (22/8/2018). Deni memastikan lolos ke final setelah berhasil membukukan poin terbaik dengan total angkatan seberat 318 kg. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sama halnya dengan Eko Yuli Irawan, Deni juga berasal dari cabang olahraga angkat besi. Lifter berusia 31 tahun ini akan bermain di kelas 67 kg pada 25 Juli mendatang, sehari setelah Eko Yuli Irawan bertanding.

Deni memang pernah bertanding pada Olimpiade Rio 2016, namun Deni belum berhasil menyumbangkan medali. Walaupun begitu, seperti dikutip dari berbagai sumber, Deni berharap bisa membawa medali dari Olimpiade kali ini.

Greysia Polii

Pebulutangkis Indonesia, Greysia Polii, berolahraga ringan di lorong kamar Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre, Inggris, Senin (15/3/2021). (PBSI)
Pebulutangkis Indonesia, Greysia Polii, berolahraga ringan di lorong kamar Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre, Inggris, Senin (15/3/2021). (PBSI)

Dari cabang olahraga bulutangkis, Greysia Polii adalah atlet putri yang akan turut serta ikut dalam gelaran pesta olahraga dunia empat tahunan ini.

Atlet kelahiran 11 Agustus, 33 tahun silam ini sudah memenangkan banyak kejuaraan. Namun, ambisinya kali ini adalah memenangkan medali pada kelas ganda putri.

Seperti diketahui sebelumnya, perjuangan Greysia Polii di Olimpiade Rio 2016 terhenti di perempat final. Namun, bersama Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 ini, Greysia bakal kembali berjuang untuk mengincar medali untuk dapat mengharumkan negara Indonesia.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan

Pasangan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat melawan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Swiss, Minggu (25/8). Indonesia menang 25-23, 9-21, 21-15. (AFP/Fabrice Coffrini)
Pasangan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat melawan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Swiss, Minggu (25/8). Indonesia menang 25-23, 9-21, 21-15. (AFP/Fabrice Coffrini)

Ganda putra bulutangkis Indonesia ini merupakan satu di antara beberapa andalan di sektornya. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan kembali tampil di Olimpiade Tokyo 2020 setelah juga tampil di Rio 2016.

Pada 2016, Ahsan/Hendra sempat memenangkan laga kontra pasangan India. Namun, pasangan Indonesia yang karib disebut The Daddies oleh penggemar itu akhinya tersingkir setelah kalah dalam dua laga beruntung menghadapi Jepang dan China.

Bicara pengalaman, Hendra Setiawan pernah memenangkan medali emas di Olimpiade Beijing 2008. Namun, pasangannya, Mohammad Ahsan, belum pernah merasakannya.

Hal itu membuat Hendra Setiawan ingin kembali bisa menorehkan prestasi demi membantu rekannya untuk bisa turut memenangkan medali di Olimpiade tahun ini.

Praveen Jordan

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melatih Daeva Oktavianti menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Chinese Taipei pada semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Tiongkok, Jumat (24/5/2019). (https://twitter.com/INABadminton)
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melatih Daeva Oktavianti menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Chinese Taipei pada semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Tiongkok, Jumat (24/5/2019). (https://twitter.com/INABadminton)

Masih dari cabang olahraga bulutnagkis, dari sektor ganda campuran, ada nama Praveen Jordan yang akan tampil lagi di Olimpiade Tokyo 2020. Jika pada Rio 2016 pebulutangkis putra itu tampil bersama Deby Susanto, kali ini Praveen bakal tampil bersama Melati Daeva Oktavianti.

Pada 2016, Praveen dan Debby tersingkir di perempat final. Namun, Praveen berambisi untuk bisa memperbaiki prestasinya di Olimpiade 2020 ini bersama Melati.

Dengan berbekal kerja sama dalam beberapa tahun terakhir dan meraih prestasi terbaik di All England 2020 bersama Melati Daeva, Praveen cukup optimistis menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Riau Ega Agatha

Pemanah putra Indonesia, Riau Ega, saat berlaga pada nomor recurve men's individual Asian Games di Lapangan Panahan, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Riau Ega mendapat medali perunggu. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pemanah putra Indonesia, Riau Ega, saat berlaga pada nomor recurve men's individual Asian Games di Lapangan Panahan, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Riau Ega mendapat medali perunggu. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Dari cabang olahraga panahan, nama Riau Ega Agatha mencuat kembali di Olimpiade Tokyo 2020 ini. Atlet panahan ini berpotensi membuat kejutan seperti yang dilakukannya pada edisi di Rio 2016 lalu.

Kala itu Riau Ega Agatha sempat mengalahkan Kim Woo-jin, pemanah asal korea selatan yang mendapat sebutan pemanah nomor 1 dunia pada ajang Olimpiade Rio kemarin silam.

Namun, perjuangan ia terhenti ketika kalah dari Mauro Nespoli (Italia) di babak perempat final. Meskipun sempat dicoret oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), ia akhirnya lolos untuk mengikuti ajang bergengsi pada tahun ini.

Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Anda bisa menyaksikan live streaming Olimpiade Tokyo 2020 melalui platform Vidio.

Sumber: Liputan 6

Penulis: Andrya Nabil (Vidio)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel