Sudah Teridentifikasi, Polisi Buru OPM Penembak Mati 2 Guru

Bayu Nugraha, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi, Brigjen Roycke Harry Langie mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi diduga pelaku penembakan terhadap dua orang guru di wilayah Beoga, Kabupaten Puncak.

Menurut dia, tim saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menembak guru Oktavianus Rayo dan Yoanatan Randen.

"Berdasarkan hasil penyelidikan yang intensif, pelaku penembakan sudah teridentifikasi," kata Roycke pada Senin, 12 April 2021.

Namun, Roycke tidak menyebutkan identitas pelaku yang sudah teridentifikasi diduga melakukan penembakan terhadap dua orang guru tersebut. Hanya saja, Roycke menyampaikan laporan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih terus mengejar pelakunya.

"Bersama dengan Kapolda, segera melakukan pengejaran dan penindakan hukum yang tegas dan terukur," ujarnya.

Di samping itu, Roycke mengatakan situasi keamanan di wilayah itu sudan dikuasai oleh tim gabungan TNI-Polri. Sehingga, seluruh kegiatan perekonomian dan pemerintahan sudah berlangsung dengan normal. Bahkan, Satgas Nemangkawi menjamin wilayah Papua dan Papua Barat tercipta keamanan yang kondusif dengan dijaga tim gabungan TNI-Polri.

"Kami menggelar semua pasukan ini ke beberapa wilayah yang kami sebut zona mini. Di antaranya Mimika, Intan Jaya, Beoga dan Ilaga. Di samping penegakan hukum, kami juga lakukan kegiatan operasi," jelas dia.

Kejadian penembakan terhadap Yonatan Renden, guru SMPN 1 Beoga, Kabupaten Puncak Papua berawal saat dirinya berkendara roda dua dengan kepala sekolahnya JS, untuk mencari terpal untuk menutupi jenazah guru bernama Oktavianus Rayo yang sebelumnya menjadi korban penembakan KKB.

Sesampainya di ujung bandara, KKB melakukan penembakan sebanyak 2 kali, namun kedua orang tersebut tetap menancap gas menuju kampung Ongolan. Tidak lama kemudian suara tembakan KKB dari arah belakang koramil, pasukan TNI melakukan tembakan balasan ke arah belakang
koramil. Sejak pukul 16.30 hingga 18.30 WIT berlangsung kontak tembak antara aparat TNI dan KKB.

Yonatan Renden ditemukan meninggal dunia di depan rumah JS, di kampung Ongolan. Aparat membawa korban menuju Puskesmas Beoga untuk mendapatkan pertolongan medis, namun Yonatan tidak tertolong dan meninggal dunia.

Kepala Humas Satgas Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudussy menjelaskan bahwa aparat telah mendapat nama kelompok bersenjata tersebut.

"Polri telah mengamankan TKP, membuat perimeter pengamanan, mendatangi Puskesmas Beoga, Berkoordinasi dengan Koramil dan Raider 715. Kejadian hari Jumat, 9 April kemarin diperkirakan merupakan kelompok KKB Muara dengan perkuatan senjata kurang lebih 20," kata Iqbal, Sabtu, 10 April 2021.

Iqbal menambahkan, TNI polri telah meningkatkan pengamanan khususnya bagi tenaga pengajar di Papua, dan akan terus mengejar kelompok bersenjata tersebut. "Masyarakat tidak perlu takut atas teror yang diciptakan oleh kelompok kriminal bersenjata, karena TNI Polri akan terus mengejar mereka kemanapun mereka kabur,” katanya.

Baca juga: Detik-detik Guru Yonatan Ditembak Mati KKB Papua