Sudah Wajib, Masih Banyak Faskes Belum Sediakan Rapid Test Antigen?

·Bacaan 1 menit

DREAMERS.ID - Hasil rapid test antigen dan/atau swab PCR negatif Covid-19 saat ini memang syarat utama yang dibutuhkan bagi wisatawan yang ingin pergi ke luar kota lewat udara maupun darat, 7 hari sebelum keberangkatan. Lantas, apakah semua fasilitas kesehatan sudah menyediakannya?

Dua jenis pemeriksaan tersebut memang terbilang jarang terekspos ke publik, maka sampai sejauh ini pemerintahan biasa tetap menerapkan Rapid Antibodi dan swab PCR. Fakta yang ditemukan masih belum begitu banyak faskes yang menyediakan tes Rapid Antigen.

Melansir laman Okezone, Head of Marketing & Corporate Communication Primaya Hospital Group Hanie Dewita sendiri menjelaskan kalau Primaya Hospital pun baru menyediakan Rapid Antigen di 3 cabang, yaitu Tangerang, Bekasi Barat, dan Karawang.

Masih jarangnya rumah sakit menyediakan Rapid Antigen diduga Hanie karena alasan kurangnya peminat. "Rapid Antigen masih jarang itu bisa banyak kemungkinan, tapi salah satunya karena kondisi peminat yang lebih cenderung memilih Rapid Antibodi untuk screening awal dan PCR untuk kevalidan hasil," ujarnya

Bicara soal harga, Rapid Antigen sejatinya di bawah harga PCR Test, tapi tetap saja pasarnya belum semasif PCR. "PCR walaupun mahal, tapi karena sudah menjadi tolak ukur yang valid dalam pemeriksaan Covid-19, membuat orang akan tetap memilih tes itu sekalipun harganya lebih mahal," terang Hanie.

Nah, untuk skrining, masyarakat masih mengandalkan Rapid Antibodi. "Selain karena hasilnya cepat, masalah harga jadi pertimbangan masyarakat memilih Rapid Antibodi, terkhusus untuk skrining Covid-19," tambahnya.

Melansir laman Okezone, untuk rapid antigen sendiri cara pengambilan sampelnya dengan mengambil sample pada nasofaring, hal ini hampir sama dengan melakukan PRC Test.

Bedanya, cara pengujian rapid antigen itu untuk mengenali apakah ada atau tidaknya antigen virus Covid-19. Sedangkan PCR Tes melakukannya untuk melacak keberadaan virus SARS-CoV2 di dalam tubuh.

Berita Lainnya :

Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Protein Hingga Picu Kanker

4 Golongan Ini Tidak Bisa Mendapatkan Vaksin COVID-19