Sudin KPKP gelar kampanye makan ikan kepada ratusan pelajar SD

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat kembali menggelar Safari Kampanye Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) yang diikuti 375 pelajar tingkat SD.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jakarta Pusat Ucu Jamilah mengatakan, kampanye ini bertujuan mempromosikan sekaligus membudayakan makan ikan pada anak-anak.

"Ini salah satu modal bagi generasi DKI Jakarta untuk mengisi dengan anak-anak yang sehat bergizi dan cerdas," kata Ucu Jamilah saat menggelar Gemarikan di SDN 02 Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

Ucu berpesan kepada orang tua untuk mulai membiasakan memasak olahan ikan dengan berbagai kreasi, agar anak-anak tidak mudah bosan mengonsumsi ikan.

Menurut dia, ikan goreng kurang menarik bagi anak-anak, namun jika dijadikan sebagai cemilan atau olahan seperti nuget, steak, hingga bakso, dapat menarik minat makan anak.

Baca juga: Angka stunting di Jakarta Pusat turun jadi 3 persen
Baca juga: Jakarta Pusat panen ikan untuk ketahanan pangan dan gizi warga

Kasudin KPKP Jakarta Pusat Penty Yunesi Pudyastuti mengatakan, kampanye Gemarikan ini diikuti 375 pelajar yang berasal dari SDN Cikini 02, Menteng 02, Kebon Sirih 04, Pegangsaan 01 dan SDN Gondangdia 01. Setiap sekolah diwakili oleh 75 murid.

Kampanye kedua ini juga dilakukan dengan mendongeng agar pesan yang disampaikan dapat terserap anak-anak. "Kita ingin memperkenalkan kepada anak-anak bahwa makan ikan sangat baik bagi kesehatan, dan kecerdasan, karena mengandung omega 3," kata Penty.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, kampanye Gemarikan merupakan upaya Pemkot untuk mengatasi persoalan stunting, dengan mendorong anak makan makanan bergizi.

Sudin KPKP menargetkan Safari Kampanye Gemarikan ini dapat menjangkau 3.000 pelajar SD dari delapan kecamatan wilayah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel