Sudin KPKP Jakpus musnahkan hati sapi kurban tak layak konsumsi

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat memusnahkan 19 kilogram hati sapi kurban tidak layak konsumsi.

Kepala Seksi (Kasi) Peternakan Sudin KPKP Jakarta Pusat Herawati menjelaskan hati sapi itu mengandung cacing (faschiola hepatica) berdasarkan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, Minggu (10/7).

"Pemeriksaan dilakukan terhadap 1.438 hewan kurban dari 87 lokasi penyembelihan hewan kurban terdiri dari 392 ekor sapi, 3 kerbau, 916 kambing dan 152 domba," kata Herawati di Jakarta, Senin.

Adapun hati sapi yang telah mengeras dan tidak layak konsumsi dimusnahkan dengan cara diafkir atau dikubur, sedangkan yang masih layak tetap disalurkan kepada penerima.

"Kalau hatinya masih bisa diselamatkan ya kita selamatkan tapi kalau sudah mengeras dan ada bunggul-bunggul gitu itu kami sampaikan untuk diafkir aja," kata dia.

Sudin KPKP juga memastikan tidak ada hewan kurban yang belum cukup umur, karena petugas telah melakukan pemeriksaan ante mortem sebelum hari raya Idul Adha.

Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat Penty Yunesi menyebutkan ada 103 petugas pemeriksa hewan yang dikerahkan untuk menjamin kesehatan hewan kurban.

Petugas gabungan terdiri atas unsur ASN Sudin KPKP Jakarta Pusat, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB.

"Untuk kesehatan kurban sebelum disembelih, petugas akan memastikan hewan kurban bebas dari Penyakit Mulut Kuku (PMK), cukup umur, gigi lengkap, dan tak ada cacat," kata Penty.
Baca juga: Ribuan ikan di Kali Baru mati diduga keracunan jeroan kurban
Baca juga: Petugas temukan cacing hati pada tiga sapi kurban di Pasar Rebo
Baca juga: Pemkot Jakarta Utara catat 3.221 hewan kurban disembelih di 187 lokasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel