Sudin SDA Jaksel keruk kali dan waduk antisipasi banjir

Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Selatan (Sudin SDA Jaksel) melakukan pengerjaan pengerukan kali dan waduk untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah saat hujan deras.

"Langkah-langkah sementara ini kita lakukan pengerjaan pengerukan pada kali dan waduk," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan Junjung saat dihubungi, Jakarta, Senin.

Junjung menyebutkan sejumlah titik yang dilakukan pengerukan yakni Kali Mampang segmen pondok Jaya V, Waduk Ragunan, Kali Krukut (belakang gedung Telkomsel), Kali Pesanggrahan (dari IKPN sampai komplek Deplu), Kali Ciliwung (Bukit Duri), dan Waduk Mangga Bolong.

Selain itu, juga membuat saluran lain yang tujuannya menambah kapasitas volume air.

Kegiatan pengerukan kali dan waduk ini sudah dilakukan pihak Sudin SDA Jaksel sejak awal tahun tepatnya Januari 2022.

Pihaknya telah menerjunkan alat berat mesin pengeruk (excavator) total 54 unit berikut kendaraan 82 unit kendaraan angkut yang terdiri dari truk dan mobil.

Sedangkan untuk petugas operator yang dikerahkan berjumlah 54 orang dan supir 82 orang. Lalu ada Satuan Tugas (Satgas) sekitar 500 orang yang berasal dari pihak kecamatan maupun Suku Dinas.

Terkait dengan permintaan warga untuk pembangunan turap di daerah rawan banjir, Junjung mengatakan hal itu merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Namun untuk pemeliharaan fisik, pihak Sudin SDA Jaksel biasanya mengirimkan surat ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

"Kami hanya melakukan pemeliharaan saja seperti pengerukan. Tapi bila ada turap yang longsor, kami hanya melakukan penanganan sementara seperti pemasangan dolken atau bronjong," tuturnya.
Baca juga: Sandiaga ajak masyarakat kelola sampah antisipasi musibah banjir
Baca juga: Wagub DKI nilai program penanganan banjir cukup berhasil
Baca juga: BNPB: 18 kecamatan di DKI Jakarta masih rawan banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel