Sufmi Dasco: Seruan Jokowi stop perang tunjukkan bangsa cinta damai

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menilai seruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan perang dalam KTT G20 menunjukkan sikap bangsa Indonesia yang cinta damai.

Sehingga, ujarnya lagi, apa yang disampaikan Jokowi itu patut untuk diapresiasi.

"Apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo tentang setop perang adalah sikap bangsa Indonesia yang memang kita cinta damai dan kita anti penjajahan," kata dia, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Jokowi serukan hentikan perang dalam pembukaan sesi III KTT G20

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait serangan roket yang jatuh di wilayah Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina dan menewaskan dua orang pada Selasa (15/11).

"Marilah kita juga jangan berspekulasi karena kita belum tahu pasti pihak mana yang melakukan serangan," ujarnya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Ketimpangan akses digital di dunia harus diperbaiki

Ia pun berharap insiden serangan roket mematikan tersebut tidak menimbulkan perang antarnegara yang dipicu konflik antara Rusia dengan Ukraina menjadi lebih besar lagi.

"Mengharapkan bahwa dengan adanya serangan tersebut jangan menjadi peperangan lebih besar karena peperangan itu merugikan semua pihak," kata dia.

Baca juga: Komitmen lestarikan lingkungan, Presiden ajak pemimpin G20 tanam bakau

Jokowi dua kali menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan perang, dalam sambutan pembukaan sesi ketiga KTT G20 Indonesia, di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Bali, Rabu.

"Yang Mulia saya menyatakan pertemuan kita dibuka kembali. Mengawali sesi ketiga ini, izinkan saya mengulangi pesan yang saya sampaikan dalam pembukaan KTT kemarin. Stop the war. I repeat, stop the war," seru Jokowi dalam forum yang dihadiri para pemimpin negara G20, Bali, Rabu.

Baca juga: Menlu Rusia, Presiden Korsel tinggalkan Bali sebelum KTT G20 usai

Sebelumnya dalam pembukaan KTT G20, Selasa (15/11), dia menekankan semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menghentikan perang.

Jika perang tidak diakhiri, menurut dia, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju, serta masa depan generasi saat ini dan generasi mendatang.

Baca juga: Joe Biden tampil beda dari tamu negara lainnya di Tahura Ngurah Rai

"Kita jangan membagi dunia menjadi bagian. Kita jangan membiarkan dunia kembali jatuh dalam perang dingin lainnya," kata dia.