Suga: Jepang bisa memberlakukan kembali keadaan darurat

TOKYO (Reuters) - Jepang sekarang tidak dalam situasi di mana negara itu perlu mendeklarasikan keadaan darurat lain terkait virus corona tetapi dapat melakukannya dalam skenario terburuk, kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga pada Rabu.

Ibu kota Tokyo telah berusaha untuk menjaga kasus baru di bawah 20 per hari sejak Jepang mencabut keadaan darurat pada 25 Mei, tetapi telah melaporkan lima hari berturut-turut lebih dari 50 kasus baru pada Selasa, ketika 54 infeksi dilaporkan.

Namun, Tokyo bersama dengan kota Jepang lainnya memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah daripada banyak negara. Jepang telah memiliki 19.000 kasus dengan 974 kematian.

Sebaliknya, Amerika Serikat melihat infeksi baru meningkat lebih dari 47.000 pada hari Selasa saja, lonjakan satu hari terbesar sejak dimulainya pandemi.