Sugiyono Ditangkap Usai Pesta Miras

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Sugiyono (25), pelaku pencurian kendaraan bermotor spesialis congkel rumah, diringkus jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul ketika bersembunyi di sebuah bengkel di wilayah Semin, Rabu (20/2/2013) malam. Saat ditangkap, pelaku dalam keadaan mabuk karena baru selesai berpesta minuman keras (miras).

Penangkapan warga Dusun Tompak, Desa Wiladeg, Karangmojo ini merupakan pengembangan dari kasus pencurian handycam di wilayah Wonosari. Setelah melakukan penyelidikan, petugas akhirnya mendapatkan identitas pelaku. Petugas kemudian melakukan pengintaian dan akhirnya menangkap pelaku ketika bersembunyi di sebuah bengkel.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan lima kendaraan bermotor serta dua rangka kendaraan. Namun dari pengakuan pelaku, hanya tiga kendaraan yang dicuri.

"Saya hanya mengambil tiga motor, yakni di Mokol, Kayuwalang, dan Maguwo," akunya saat diperiksa di Polres Gunungkidul, Jumat (22/2/2013).

Pria yang badannya dipenuhi tato ini menjelaskan, dalam menjalankan aksi memilih kendaraan yang diparkirkan oleh pemiliknya di dalam rumah. Biasanya, pencurian dilakukan pada pagi hari di mana kondisi rumah sedang sepi. Setelah itu, ia langsung mencongkel pintu menggunakan sabit.

Setelah berhasil masuk kedalam rumah, ia langsung mencari kunci asli. Biasanya, pemilik kendaraan menyimpan kunci kendaraan di atas meja atau di atas almari.

"Jika tidak ada, saya menggunakan kunci palsu," ucapnya.

Setelah berhasil mengambil sepeda motor, Sugiyono langsung membawa kabur dan menjualnya kepada penadah seharga Rp 500 sampai Rp 1 juta. Hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli susu anak semata wayangya yang baru berusia sekitar 22 bulan.

"Uang saya gunakan untuk makan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan anak. Tidak tahu, apa istri saya sudah mengetahui kalau saya ditangkap atau tidak," jelasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.