Suka Cita Pemudik dan Rasa Khawatir Bawa Virus ke Kampung Halaman

Merdeka.com - Merdeka.com - Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB. Suara kondektur bus bersahutan. Memberikan informasi daerah tujuan kepada penumpang. Di belakang mereka, bus-bus antarkota antarprovinsi atau biasa disingkat AKAP berjejer.

Dari kejauhan, terdengar suara mesin bus menderu-deru. Tanda sedang dipanaskan. Bus-bus terparkir memakan seluruh luas parkiran terminal. Bersiap mengantarkan pemudik ke kota tujuan.

Ribuan pemudik berlalu lalang. Tak lupa membawa tas, koper dan kardus berisi perlengkapan mudik dan oleh-oleh. Loket-loket telah menjamur calon penumpang yang akan menukarkan tiket. Bahkan, setiap sudut terminal kini ramai dipadati pemudik.

Terminal bus Kampung Rambutan memang sibuk sepekan terakhir. Sebanyak 1.743 pemudik tercatat pada Rabu (28/4) sudah meninggalkan ibu kota. Hiruk pikuk terminal terjadi setelah pemerintah mencabut larangan mudik untuk tahun ini.

Suka cita dirasakan seluruh pemudik. Setelah dua tahun tidak diperbolehkan mudik karena pandemi Covid-19 belum mereda. Mereka pun kini sudah tak sabar segera berkumpul dengan keluarga di hari raya. Mei (29) juga begitu antusias menunggu bus yang akan membawanya ke Palembang.

"Alhamdulillah, sudah bisa pulang tahun ini. Enggak sendirian lagi di Jakarta, bisa kumpul bareng keluarga," kaya Mei saat ditemui di ruang tunggu Terminal Kampung Rambutan, Kamis (29/4).

Akan tetapi, perasaan takut muncul dalam benaknya. Dia khawatir membawa virus Covid-19 ke keluarga di kampung halaman. Meskipun, kata Mei, dia sudah mendapatkan vaksin lengkap dan penguat atau booster. Diketahui, vaksinasi booster menjadi salah satu syarat mudik tahun ini.

"Kita ikuti imbauan saja, suruh booster ya ikuti. Dibolehin mudik ya berangkat kita," tuturnya.

suasana terminal kampung rambutan
suasana terminal kampung rambutan

©2022 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Lain cerita dengan Fauzi. Pemudik tujuan Bojonegoro, Jawa Timur terlihat lebih tenang. Dia merasa yakin booster yang sudah disuntikkan bisa mencegah penyebaran Covid-19 ke keluarga di kampung.

"Sudah tenang sekarang, kita enggak harus mudik duluan sebelum dilarang. Pokoknya tidak kayak tahun lalu, apalagi sekarang sudah booster kan," tuturnya.

Terlebih lagi, kata Fauzi, keluarga besarnya kini sudah mayoritas menerima vaksinasi booster atau minimal dosis kedua.

"Di kampung sudah pada booster, jadi saya yakin aman," kata Fauzi.

Puncak Mudik di Terminal Kampung Rambutan

Wakil Komandan Regu Terminal Bus Kampung Rambutan, Aceng memperkirakan puncak mudik tahun ini untuk Kampung Rambutan bisa mencapai 3.000 pemudik.

"Kemarin 1.700, mungkin hari ini bisa mendekati 3.000," kata Aceng.

Sejak tanggal 25 April kemarin, arus mudik sudah mulai terlihat dengan peningkatan penumpang yang telah menginjak 1.000 lebih setiap harinya.

ribuan pemudik mulai padati terminal kampung rambutan
ribuan pemudik mulai padati terminal kampung rambutan

©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

"Peningkatan penumpang mulai terlihat, long weekend kemarin, terus masuk ke tanggal 25 sudah masuk 1.000. biasanya di angka 300 saja selama covid, sekarang ada peningkatan," sebutnya.

Adapun tujuan favorit pemudik yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan didominasi wilayah Sumatera dan Jawa Tengah. Sementara, untuk wikayah Jawa Barat masih belum menunjukkan angka peningkatan.

"Sumatera terutama Padang, Palembang prediksi besok tanggal 29 atau mungkin hari ini," sebutnya.

Pihak Terminal Bus Kampung Rambutan telah berkoordinasi dengan para pengelola armada bus untuk menyiapkan armada bantuan apabila dibutuhkan. Menyiasati lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

"Apabila ada lonjakan penumpang yang mungkin kita tidak bisa prediksi utk sediakan bus bantuan. Untuk jumlah armada dari PO masing-masing sudah sesuai dengan tujuannya. Di luar dari yang dioperasikan apabila ada lonjakan, dari pool-pool lain siap diberangkatkan," terangnya.

Soal kelayakan kendaraan, Aceng menjamin tidak ada masalah. Bus-bus telah dicek kelaikannya sejak awal Ramadan. Begitu juga dengan kondisi sopir yang rutin dilakukan pengecekan kesehatan.

"Untuk kendaraan kita dari awal Ramadan sudah ada ramp check, pemeriksaan rem, pemecah kaca, pintu darurat semua. Pengujian dari dinas perhubungan ditemukan pasti ada. Terutama yang kita utamakan kelayakan jalan seperti KIR, ban gundul," ujar dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel