Suka Makan Fast Food, Zaidul Akbar: Otak Konslet

·Bacaan 1 menit

VIVA – Makanan siap saji atau fast food memiliki rasa yang mudah diterima lidah dan dapat dijumpai di berbagai tempat. Akan tetapi, konsumsi fast food berlebih rupanya dapat berdampak buruk pada tubuh secara keseluruhan. Bagaimana penjelasannya?

Menurut pendakwah sekaligus praktisi medis dr. Zaidul Akbar, makanan alami yang diciptakan Allah SWT sangat berlimpah seperti buah dan sayur. Akan tetapi, masyarakat cenderung memilih fast food lantaran lidah sudah terbiasa dengan rasanya.

"Karena itu Allah menciptakannya (buah dan sayur) banyak sehingga bisa terus menerus di makan , namun lidah manusianya sudah dibiasakan dengan makanan berpengawet , biar tahan lama," tulis Zaidul Akbar, dalam laman Instagramnya.

Dokter Zaidul Akbar menyebut, tambahan pengawet dan bahan sintetik lainnya dari fast food dapat menumpuk di tubuh. Alhasil, sistem tubuh dan fungsi hormon menjadi kacau sehingga lebih mudah sakit.

"Mulailah kacau sistem tubuhnya, hormon, enzim, dan metabolisme penting lainnya, apa akibatnya?
Manusia tak lagi mampu menjalankan perannya sebagai Abdullah dan Khalifah, karena sakit-sakitan terus
," paparnya.

Lebih dalam, Zaidul Akbar mengungkap, penyakit tersebut akan merembet dengan kerusakan pada jiwa manusia lantaran sumber makanan dari fast food tak bernutrisi. Menurutnya, fast food sudah kehilangan banyak asam amino penting dan mineral.

"Hingga akhirnya otak tak menangkap pesan good mood dari makanan dari bahan-bahan alami tadi dan akhirnya otak pun kacau, sinyalnya konslet, alhasil karena otak konslet, maka sistem imun juga bermasalah, otak konslet, perut konslet, tubuh ya jadi konslet secara umum," jelasnya.

Zaidul Akbar menambahkan, saat tubuh sudah berlebihan mengonsumsi fast food, lalu seseorang kerap minum herbal dan dirasa tak manjur untuk mengatasinya. Padahal, sistem pencernaannya sudah terlanjur bermasalah sehingga asupan herbal sudah tak mampu diserap.

"Solusinya sederhana, kalau udah konslet luarbiasa gini, cobalah seharian nggak makan, isi air aja tubuhnya selama 24 jam, biar tubuhnya di reset lagi, dengan tubuh melakukan otofagi, plus membongkar sel-sel rusak dan mati sehingga tubuh membuat sendiri antioksidannya dari dalam, hasilnya, anda akan merasakan tubuh yang baru, karena seperti laptop yang baru di pencet tombol on-nya setelah sekian lama nge-hang," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel