Sukabumi Tempat Orang 'Buang Uang'

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sukabumi Drs Sakti Alamsyah M.Pd mengatakan, Sukabumi merupakan daerah tempat "buang uang" atau banyak orang yang menghamburkan uangnya untuk memenuhi kebutuhan jiwanya.

"Saat liburan dipastikan ratusan ribu sampai jutaan orang datang ke Sukabumi seperti pada libur lebaran lalu, yang tujuannya hanya untuk wisata atau hanya untuk sekedar berbelanja, karena Sukabumi merupakan daerah pusat wisata dan perbelanjaan," kata Sakti kepada ANTARA, Selasa (28/8).

Menurut Sakti, di Sukabumi seluruh kebutuhan untuk memanjakan diri tersedia mulai dari objek wisata alam, pusat perbelanjaan, wisata kuliner dan bidang jasa lainnya seperti tempat hiburan, sehingga banyak orang yang datang ke Sukabumi hanya untuk menghabiskan uangnya, setelah itu kembali lagi ke daerahnya masing-masing.
 
Lebih lanjut, dengan tersedianya kebutuhan yang diinginkan oleh para pendatang banyak dari mereka menjadi Sukabumi daerah alternatif untuk berbelanja dan menikmati wisata lainnya. Selain itu, produk yang ditawarkan di Sukabumi harganya jauh lebih murah dengan kualitas yang sama dibandingkan dengan produk yang dipasarkan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

"Sehingga banyak orang dari luar daerah sengaja datang ke Sukabumi hanya untuk berbelanja, mereka tidak lagi memilih kota-kota besar untuk berbelanja kebutuhan jasmaninya dengan kata lain Sukabumi saat ini sudah menjadi pusat perdagangan khususnya di Jawa Barat," tambahnya.

Di sisi lain, kata Alamsyah, banyaknya warga Sukabumi yang sukses bekerja di luar daerah seperti di Jakarta dan Bandung, saat mudik atau libur panjang dipastikan pulang ke kampung halamannya. Hal itu memberikan gerakan ekonomi untuk Sukabumi yang cukup besar karena mereka mencari uang di daerah lain, tetapi membelanjakannya di Sukabumi.

Seperti pada sebelum dan sesudah lebaran, daya beli masyarakat meningkat hingga 50 persen apa yang ada di depan mata selalu dibeli walaupun barang tersebut tidak terlalu butuh. Dan ini sudah menjadi tren bahwa Sukabumi merupakan daerah yang sangat konsumtif.

"Tingginya pendapatan di Sukabumi menyebabkan banyaknya pendatang untuk mencari rezeki di Sukabumi baik dengan cara berjualan atau menjual jasa lainnya karena Sukabumi merupakan salah satu daerah yang perputaran uangnya sangat tinggi dan pertumbuhan ekonomi cukup pesat," kata Sakti.

Sakti menambahkan, posisi Sukabumi yang diapit dua kota besar yakni Jakarta dan Bandung juga menambah cepatnya laju pertumbuhan ekonomi, sehingga menjadi salah satu daerah tujuan urbanisasi setelah Jakarta dan Bandung. Karena di dua kota besar tersebut lahan pekerjaan sudah semakin sempit, berbeda dengan di Sukabumi.

Di Sukabumi tidak hanya tersedia lowongan pekerjaan, tetapi juga banyak prospek lainnya untuk mengembangkan dunia usaha. "Pembangunan yang cepat menyebabkan banyak warga pendatang yang datang ke Sukabumi untuk mengadu nasib, seperti setelah lebaran ini dipastikan akan banyak pendatang yang mencari pekerjaan atau usaha," demikian Sakti.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.