Sukamiskin Jadi Penjara Khusus Koruptor  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjadikan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung sebagai penjara khusus koruptor. Wakil Menteri Hukum, Denny Indrayana mengatakan para koruptor akan diberikan pendidikan khusus di penjara tersebut. 

"Pembinaan (bagi terpidana) dengan pendidikan  tinggi dan tentu berbeda dengan (terpidana) kejahatan umum," ujar Denny dalam diskusi refleksi akhir tahun Kementerian Hukum di kantornya, Rabu, 26 Desember 2012.

Menurut Denny hingga Desember 2012, jumlah terpidana yang dipindahkan dari penjara di Jakarta ke Sukamiskin sudah berjumlah 28 orang. Salah satu yang dipindahkan dari Cipinang adalah Gayus Halomoan Tambunan, terpidana pajak dan Gubernur Bengkulu nonaktif, Agusrin M. Najamuddin terpidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah senilai Rp 20 miliar.

"Masih ada 45 napi dari Cipinang yang akan dipindahkan secara bertahap ke Sukamiskin," ujar dia. 

Denny menuturkan bahwa instansinya memiliki kajian khusus sehingga memilih Sukamiskin sebagai penjara khusus koruptor. Kajian tersebut di antaranya Sukamiskin merupakan tempat yang cukup memadai karena satu sel hanya didiami satu orang koruptor sehingga pengawasannya lebih mudah. 

Namun, hingga saat ini penjara itu masih berbenah agar lebih ketat dalam hal pengawasannya. Sehingga Ia meminta semua pihak tidak menganggap koruptor akan lebih bebas di sana.  "Jangan bilang karena kawasannya di luar dari Jakarta akan lebih bebas, tidak akan begitu," ujarnya. 

TRI SUHARMAN 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.