Suku Tengger Gelar Upacara Yadnya Kasada Mohon Keselamatan dan Kemakmuran di Gunung Bromo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari suku, bahasa, agama. Keberagaman itu menjadi kekuatan yang dimiliki Indonesia.

Dari banyaknya suku itu, salah satunya suku Tengger yang mendiami kawasan Gunung Bromo dan Semeru, Jawa Timur. Suku Tengger biasa disebut sebagai orang Tengger.

Suku Tengger melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Suku Tengger melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Akhir Juni 2021, suku Tengger merayakan upacara Yadnya Kasada. Momen perayaan Yadnya Kasada salah satu yang menarik wisatawan.

Meski di tengah pandemi corona Covid-19, upacara melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo ini tetap diperingati suku Tengger karena sudah berlangsung turun-temurun. Ritual ini untuk memohon keselamatan, kemakmuran, dan tolak bala kepada Sang Hyang Widhi.

Suku Tengger melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Suku Tengger melarung sesajen ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Upacara adat umah Hindu suku Tengger ini sudah berlangsung sejak abad ke-14. Secara historis, upacara ini bentuk penghormatan terhadap leluhur mereka, yakni pasangan suami istri, Roro Anteng dan Joko Seger.

Orang-orang mencoba menangkap sesajen yang dilemparkan suku Tengger ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Orang-orang mencoba menangkap sesajen yang dilemparkan suku Tengger ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Keduanya rela mengorbankan anaknya, yakni Raden Kusuma untuk dilarung ke dalam kawah Gunung Bromo. Sebagai bentuk penghormatan tersebut, suku Tengger melarung sesajen dan barang persembahan yang dilarung di kawah puncak Gunung Bromo.

Orang-orang mencoba menangkap sesajen yang dilemparkan suku Tengger ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Orang-orang mencoba menangkap sesajen yang dilemparkan suku Tengger ke kawah Gunung Bromo saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Sesajen dan persembahan ini ternyata diperebutkan oleh banyak orang. Usai tokoh masyarakat dan suku Tengger memanjatkan doa meminta keselamatan dan berkah.

Suku Tengger berjalan ke puncak Gunung Bromo untuk melarung sesajen ke kawah saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Suku Tengger berjalan ke puncak Gunung Bromo untuk melarung sesajen ke kawah saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Sebagai bentuk penghormatan kepada suku Tengger yang memperingati Yadnya Kasada, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup kawasan wisata itu selama tiga hari. Penutupan dilaksanakan pada 24 Juni--26 Juni 2021.

Suku Tengger berjalan ke puncak Gunung Bromo untuk melarung sesajen ke kawah saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Suku Tengger berjalan ke puncak Gunung Bromo untuk melarung sesajen ke kawah saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo tersebut dilakukan mulai dari Probolinggo, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dan dari Pasuruan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Penutupan juga dilaksanakan dari wilayah Malang, dan Lumajang, pada pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Suku Tengger berjalan ke puncak Gunung Bromo untuk melarung sesajen ke kawah saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)
Suku Tengger berjalan ke puncak Gunung Bromo untuk melarung sesajen ke kawah saat upacara Yadnya Kasada di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). Suku Tengger mempersembahkan sesajen berupa beras, buah, ternak, dan barang lainnya untuk mencari berkah dari dewa. (Juni Kriswanto/AFP)

Penutupan sementara kawasan wisata Tanam Nasional Bromo Tengger Semeru juga dilakukan mulai 3 Juli--20 Juli 2021. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan yang telah diambil oleh Presiden Joko Widodo, yang menetapkan PPKM Darurat di Jawa-Bali dengan target penurunan kasus Covid-19. "Semoga pandemi ini segera berakhir ya sahabat, agar rindu kalian kepada Bromo dan Semeru segera terobati," tulis akun @bbtnbromotenggersemeru, Jumat, 2 Juli 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel