Sulawesi Selatan bertekad sapu bersih medali emas bela diri

·Bacaan 1 menit

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan Ellong Tjandra menyatakan kontingennya membidik medali emas dalam nomor perorangan semua cabang olah raga bela diri yang diikuti provinsi ini dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua pada 2-15 Oktober 2021.

"Kita tetap optimistis. Target kita menang dalam nomor perorangan cabang olahraga yudo, karate, kempo, muaythai dan bela diri lainnya," kata Ellong kepada wartawan di Makassar, Jumat.

Ellong juga menyatakan Sulawesi Selatan membidik 10 besar klasemen medali PON Papua apalagi pada PON sebelumnya di Jawa Barat pada 2016 provinsi ini menduduki peringkat tujuh dalam daftar perolehan medali.

Dia menilai nuansa PON XX kali ini unik karena digelar di tengah pandemi COVID-19, namun dia optimistis Sulawesi Selatan bisa menyapu bersih medali emas cabang bela diri.

Baca juga: Presiden Jokowi akan buka PON Papua

Walaupun kondisi saat ini tak menentu, semangat atlet tetap terjaga bagik dan siap menang guna mengharumkan provinsi ini.

Dia juga mengungkapkan persiapan tim sudah sangat baik. "Tapi kalau soal bonus itu dipikirkan Pemda, Pemerintah Provinsi, diberikan oleh pemimpin provinsi," sambung dia.

"Karena itu gengsi dan wewenang Pemprov memberikan kepada para atlet. Berapa besar? itu bukan kapasitas saya bicara, takutnya salah," kata Ellong.

Ellong menambahkan, walaupun PON kali ini dilangsungkan dalam suasana pandemi, Sulawesi Selatan dan juga daerah dipaksa harus siap.

Kadispora Sulawesi Selatan Arwin Azis mengatakan, kontingen akan mendapatkan kemudahan saat berangkat hingga meninggalkan bandara. Tim dari cabang lainnya sudah diberangkatkan ke Papua.

Kontingen Sulsel memiliki posko di Gedung Balai Diklat Depsos, Abepura, Papua.

Baca juga: Lampung yakin raih medali PON Papua dari judo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel