'Sulit Cari Calon Kapolri Tanpa Rekening Gendut'  

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan susah mencari calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang mempunyai rekening tak gendut. Menurut dia, mereka adalah produk sistem yang mendukung budaya korupsi.

"Artinya kami berharap terpilihnya yang buruknya sedikit di antara calon-calon yang terburuk," kata Eva ketika dihubungi Jumat, 26 Juli 2013. Dia menyimpulkan tak ada calon yang benar-benar murni bersih bila dilihat busungnya kekayaan mereka.

Eva berharap, Kapolri yang terpilih mempunyai misi untuk mereformasi budaya korup di kepolisian. Kapolri terpilih bisa membenahi semua sistem karena kepolisian adalah penegak hukum utama di Indonesia. Jangan sampai pejabat kepolisian malah tersangkut masalah korupsi.

"Tapi sulit ya, karena calon kapolri itu juga produk sistem yang ada. Paling tidak meminimalisir kultur korup yang ada," ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo bakal pensiun Agustus nanti. Ketiga calon kandidat terkuat adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Lembaga Diklat Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno.

Berdasarkan hasil laporan kekayaan 2012, Sutarman memiliki kekayaan sejumlah Rp 5,35 miliar dan US$ 24.200. Budai melaporkan kekayaannya yang senilai Rp 4,68 miliar pada Agustus 2008. Sementara kekayaan Putut pada tahun 2002, sebanyak Rp 482 juta.

SUNDARI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.